MENGAPA POSTMODERN HARUS HADIR

Posted on 6 Mei 2009. Filed under: Architecture |

1.1. PENDAHULUAN

Di jaman globalisasi seperti sekarang ini tentunya kita sudah tidak asing lagi dalam menjumpai bangunan-bangunan post modern di segala tempat di dunia ini terlebih lagi di Amerika dan Eropa . Bagaimanakah perkembangan arsitektur postmodern ? Apa yang melatarbelakangi terjadinya hal ini ?

Bila kita berbicara mengenai arsitektur postmodern , bila diartikan secara terpisah dari kata post yaitu sesudah dan modern yaitu arsitektur modern maka dapat dikatakan bahwa aliran post modern adalah aliran yang terjadi setelah era arsitektur modern . Bila demikian, maka Arsitektur Post Modern tentunya tidak dapat dipisahkan dari Arsitektur Modern. Jadi, bagaimanakah perkembangan arsitektur Modern dan penyebab keruntuhannya ?

Crown Hall, Ludwig mies van der rohe

1.2. PENYEBAB LAHIRNYA ARSITEKTUR MODERN

Arsitektur modern mulai berkembang sebagai akibat adanya perubahan dalam teknologi ,sosial, dan kebudayaan yang dihubungkan dengan Revolusi Industri ( 1760 – 1863 ) . Pada umumnya perubahan-perubahan di dalam bidang arsitektur selalu didahului dengan perubahan dalam masyarakat karena itulah Revolusi Industri juga berakibat pada perubahan dalam masyarakat yang mempengaruhi timbulnya arsitektur modern yaitu :

1. Perubahan dalam bidang teknologi bangunan terutama dalam bidang konstruksi / struktur bangunan (1775 – 1939) .

2. Perubahan pada perkotaan atau perkembangan kota-kota (1800 – 1909) .

3. Perubahan dalam kebudayaan yang menyangkut gaya neoklasik (1750 – 1900)

Pada perubahan dalam bidang teknologi bangunan ,terjadi peningkatan mutu dan pengerjaan bahan bangunan tradisional seperti kayu, batu bata, genting , dan batu alam . Namun juga terjadi perubahan yang mencolok dengan pemakaian 3 bahan baru ( penemuan teknologi terbaru ) dalam 100 tahun terakhir yaitu :kaca, baja, beton.

Sebelum Revolusi Industri dan sebelum arsitektur modern berkembang ,pemakaian baja pada bangunan sangat terbatas sekali seperti hanya pada railing tangga, pagar , teralis jendela , dan sebagainya . Tak ada sistem konstruksi yang menggunakan baja . Namun dalam arsitektur modern baja merupakan bahan bangunan utama karena baja punya banyak keuntungan disamping kelemahannya korosi, tegangan tarik dan tekan baja hampir sama besar sehingga mutu produksi bisa diandalkan ( dari pabrik ) panjang bisa mencapai 12 meter ,ukuran (profil), dan mutu baja bisa diatur, beratnya ringan sehingga pengangkutannya mudah dan ekonomis , serta mudah dirangkai di lapangan .

Beton bahan campuran dari 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil mempunyai tegangan tekan yang kuat namun lemah di tegangan tarik. Beratnya besar yaitu 2400 kg per m3. Agar kuat menahan tarik maka ditambah tulangan besi di dalamnya . Seiring dengan perkembangan teknologi mulai ditemukan baja pra tegang yang menguntungkan dalam kontruksi bangunan .

Perkembangan kaca mulai pesat pada tahun 1806 karena sudah bisa dibuat kaca dengan dimensi 2.50 x 1.70 meter. Sehingga pemakaian kaca untuk jendela dan pintu yang sebelumnya dipandang langka sekarang sudah menjadi umum . Bahkan pemakaian kaca dalam arsitektur modern sering dipakai sebagai dinding dalam bangunan bertingkat banyak .

Intinya teknologi perhitungan kontruksi serta pemakaian bahan bangunan seperti baja, beton ,dan kaca membuat kemajuan yang sangat pesat dalam arsitektur modern serta menghasilkan produk yang sebelumnya belum pernah diwujudkan seperti bangunan bentang lebar dan bangunan bertingkat banyak .

Revolusi Industri berakibat urbanisasi sehingga menambah jumlah penduduk kota yang juga berarti menambah masalah di dalam kota itu sendiri seperti komunikasi . Masalah komunikasi menyebabkan mobilitas tinggi sehingga perlu adanya fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut seperti stasiun, kantor, hotel, pasar , pusat perbelanjaan , dan sebagainya yang merubah struktur kota. Perubahan yang cepat dengan tidak adanya penyeimbangan darimfasilitas menimbulkan daerah kumuh ( SLUM ) yang sampai sekarang masih jadi masalah utama di berbagai kota di dunia .Maka mulainya timbul gedung-gedung bertingkat yang menjamur karena adanya penemuan lift (1853) dan fasilitas utilitas lainnya seperti pompa dan sistem kontruksi baja dan beton .

Kemudian perubahan dalam kebudayaan yang menyangkut gaya Neoklasik dimana keyakinan arsitektur adalah seni bangunan yang berbeda dengan kegiatan ‘engineering’ mengalami tantangan berat . Tradisi fungsional pada pemikiran struktur mulai berpengaruh pada arsitektur terutama mulai abad 19 .

Johnson wax building, Frank l. Wright

1.3. PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MODERN

1.3.1. Perkembangan Arsitektur Modern di Inggris

Perkembangan Arsitektur Modern di Inggris berawal dari timbulnya usaha-usaha dalam perbaikan hidup terutama di bidang perkotaan dan arsitektur . Akibat urbanisasi dalam waktu singkat menyebabkan kualitas hidup di kota-kota menurun secara drastis sehingga muncullah Robert Owen yang dianggap sebagai pelopor perbaikan kota-kota industri dengan mendirikan pabrik pemintalan benang di New Lanark Skotlandia ,lalu mengadakan waktu kerja yang lebih rasional, memberi akomodasi yang baik bagi pekerja , dan menyediakan fasum bagi pekerja. Secara politisi Owen pun mengadakan undang-undang untuk memperbaiki kualitas hidup di perkotaan Inggris .

Sampai abad 19 muncul ketidakpuasan masyarakat terhadap rendahnya mutu hasil produksi sehingga muncullah gerakan “ Art & Craft Movement “ yang sangat menentang hasil produksi pabrik ( mesin ) . Pelopornya John Ruskin yang seorang pendidik dan teoritikus sejati . Menurutnya telah hilang proses produksi yang sangat dinikmati oleh seniman dengan hasil produksinya . Dalam bukunya “ The Seven Lamps of Architecture “, Ruskin mengupas habis-habisan kelemahan dari hasil produksi pabrik dan ketidakjujurannya .

Kemudian muncul pengganti Ruskin, yaitu William Morris yang juga muridnya . Morris adalah seorang praktisi lapangan dan ia membuat perusahaan bersama teman-temannya yaitu “ Morris , Marshall, Faulkner & Co. “ yang memiliki prinsip timbunya rasa seni dari manusia untuk manusia . Namun lama kelamaan gerakan yang memusuhi produksi mesin ini mulai memudar dikarenakan kualitas produksi mesin makin lama makin baik dan harganya jauh lebih murah dari hasil-hasil pekerjaan tangan .

Riola parish church, Alvar aalto

1.3.2. Perkembangan Arsitektur Modern di Amerika

Sebelum merdeka pada tahun 1781, arsitektur Amerika merupakan arsitektur kolonial Eropa yang telah disesuaikan dengan iklim dan tenaga kerja serta hasil bahan bangunan setempat . Namun setelah terjadinya kebakaran hebat yang membumihanguskan kota Chicago , maka mulainya muncul ciri khas arsitektur Amerika yang sebenarnya yang lepas dari tradisi Eropa .

Kota Chicago yang terletak diantara titik pertemuan Sungai Chicago yang mengalir ke danau Michigan dinilai sangat strategis dan berkembang menjadi sebuah pemukiman yang berkembang pesat menjadi sebuah kota . Setelah terjadi kebakaran yang menghancurkan kota itu, maka para arsitek yang tergabung di dalam “ The Chicago School “ mulai memikirkan strategi membangun kota yang efisien , cepat , dan ekonomis dengan membangun kota sistem grid ( papan catur ) . Gaya yang dianut adalah “ Form Follow Function “ dimana bentuk bangunan mengikuti fungsinya , dan bangunan yang terjadi seolah-olah seragam tanpa sentuhan pribadi arsiteknya .

Keadaan demikian dikecam oleh Louis Sullivan yang kemudian mendirikan kantor “ Sullivan & Adler “ , hasil karyanya memasukkan unsur estetika pada bangunan namun mendobrak dominasi arsitektur Eropa . Usahanya dilanjutkan oleh Frank Lloyd Wright yang sangat mengutamakan kebebasan lepas dari segala bentuk-bentuk tradisonal . Idenya “ Organic Architecture “ sangat terkenal dan dipandang sangat sesuai dengan sifat masyarakat Amerika yang terbuka ( spirit orang Amerika sejati ) . Bahakan menurutnya kebebasan adalah kata kunci dalam merancang ruang . Wright tidak memusuhi produksi mesin namun memanfaatkannya dalam karyanya sebagai hiasan geometris dan garis-garis horizontal .

1.3.3. Perkembangan Arsitektur Modern di Eropa

Pada tahun 1890 sampai 1910 merupakan masa transisi dalam perjalanan Arsitektur Modern . Timbullah 2 aliran di Eropa yaitu Art Nouveau dan Structure Rationalism yang sangat mendominasi waktu itu .

Langgam Art Nouveau lahir di Belgia, berkembang ke Australia dan Belanda , kemudian berkembang subur di Jerman . Nama internasional stylenya adalah Jugenstyle . Gerakan ini merupakan gerakan seni terapan yang memproduksi barang-barang seperti ikat pinggang, sendok, garpu, meja, kusri, lampu ,pegangan tangga, pintu dan akhirnya seluruh bangunan .Wujud desainnya tampak sebagai pemberi hidup ( tampak menggeliat, meliuk,mengalun, berguling dan berdengus ) , tampak juga seperti sejenis flora aneh atau organisme hidup yang tidak mempunyai makna apapun, hanya dinamisme abstraknya saja . Tokoh yang terkenal adalah Antonio Gaudi dari Spanyol dengan karyanya La Grada Familia ( kuil untuk orang miskin ) yang seperti rimba . Namun langgam ini dapat memadukan hiasan dan struktur dengan baik sehingga bentuk bangunan mengikuti naluri tetapi tetap punya fungsi structural ( gaya Romantism ) . Reaksi dari langgam ini adalah munculnya gaya ragam hias seperti Art Deco dan Kubisme .

Langgam Structural Rationalism ini mengutamakan suatu sistem struktur pada bangunan sebagai akibat langsung pada bentuk bangunannya sendiri . Salah seorang pelopornya adalah Violet Le Duc dari Perancis yang banyak bekerja sebagai restores pada bangunan Gothic di Eropa menyebabkan Le Duc yakin bahwa bentuk bangunan yang baik adalah sebagai akibat dari suatu sistem struktur yang benar. Pada langgam ini setiap elemen pada bangunan harus diperlihatkan dengan jelas mana yang structural dan mana yang non sruktural .Setiap detail sambungan harus dikerjakan secara benar dan teliti sehingga patut diperlihatkan apa adanya ( estetika detail ). Tokoh lainnya yang terkenal adalah Adof Loos yang sangat menentang tradisi dalam bangunan terutama dalam pandangan menghias bangunan dengan ornamen . Menurut Loos, seseorang baru berhasil menciptakan sesuatu yang baru kalau orang itu menciptakan apa yang belum pernah diciptakan orang sebelumnya . Bahkan menurut Loos, arsitektur bukanlah suatu seni namun wadah untuk memenuhi suatu kebutuhan . Bukunya “ Ornament and Crime “ sangat kontoversial pada waktu itu karena mengolok-olok bahwa warisan tradisi masa lalu merupakan kebudayaan Barbar .

Setelah Perang Dunia I selesai , muncullah sekolah “ Bauhaus “ di Weimar, Jerman pada tahun 1919 oleh Walter Grophius yang bertujuan menyatukan arsitek, seniman, dan tukang dengan prinsip “ There is no essential difference between the artist and the craftman “ , dimana simbonya adalah bangunan yang disinari oleh 3 buah bintang . Di sekolah ini pendidikan dibagi 2 yaitu 6 bulan pertama pengenalan materi dan pemecahan berbagai masalah sederhana dan kemudian 3 tahun berikutnya mahasiswa harus memasuki berbagai bengkel ( bengkel batu , bengkel kayu, bengkel logam ,bengkel tanah liat, bengkel gelas, bengkel tenun, dan bengkel warna ), lalu setelah ujian dan lulus barulah mahasiswa menentukan jurusannya ( arsitektur , desain grafis , desain interior, atau desain industri ). Tujuan praktis dari sekolah ini adalah menciptakan suatu kehidupan baru dan style yang baru untuk suatu jaman yang baru dengan suatu kesatuan yang baru antara seni dan teknologi . Ketika Hitler berkuasa , sekolah ini ditutup dan para pengajarnya banyak yang pindah ke Amerika .

price tower, Frank l Wright

1.3.4. Perkembangan Arsitektur Modern di Belanda

Langgam Art Nouveau melanda Belanda pada abad 19 ke abad 20, menjadi “ Neuwe Kunst “. Langgam baru ini masih mempertahankan prinsip-prinsip bentuk alamiah tetapi fungsional dipegang sebagai patokan . Akibatnya terciptalah bangunan yang memakai bahan dasar dari alam yang dipasang dengan ketrampilan tangan yang tinggi dan memungkinkan dibuatnya berbagai ornamentasi yang indah namun tetap memperhatikan fungsinya . Pada perkembangan selanjutnya Neuwe Kunst pecah menjadi 2 yaitu Amsterdam School dan De Stijl ( The Style ) .

Kelompok Amsterdam School lebih menitikberatkan pada ‘orisinalitas dan alamiah’ . Alirannya Romantism dan dijuluki ‘Dutch Expressionist Architecture’ yang berciri ketidakpuasan terhadap hasil desain industri . Bangunan karya merekan berdasarkan pengolahan massa yang kompak dan plastis , bahan dasar dari alam, ornamentasi berdasarkan garis-garis lengkung. Mereka menganggap interior desain sebagai unsur yang tidak terpisahkan dalam bangunan bahkan hubungan antara interior dan eksterior sangat erat sekali sebagai pencerminan suatu bangunan . Karyanya sering disebut sebagai “ Idividual Art “. Tokoh-tokohnya antara lain Michael De Klerk , Job & Trey .

House at Weissenhuf, Le Corbuiser

Kelompok De Stijl sangat bertolak belakang dengan Amsterdam School karena lebih menitikberatkan pada fungsi dan estetika kelompok , kelompok ini lebih menyukai hasil industri yang terstandartisasi , dengan bentuk-bentuk dan komposisi geometri .Menurut kelompok ini , penentuan ukuran serta bentuk ruang, hubungan antar ruang, dan sistem sirkulasi merupakan faktor penentu dalam merencanakan sebuah bangunan , apabila bangunan tersebut gagal dalam memenuhi tuntutan itu maka bangunan itu tidak dapat dikatakan berfungsi ,oleh sebab itu arsitek pada kelompok ini berusaha membuat bangunan bebas dari pengaruh berbagai macam style baik datang dari luar maupun bentuk-bentuk peninggalan sejarah karena style dianggap menghambat berfungsinya sebuah bangunan secara efisien.

Finnish Pavilion, Alvar Aalto

1.3.5. Perkembangan Arsitektur Modern setelah Perang Dunia II

Arsitektur Modern berkembang pesat setelah Perang Dunia II berakhir karena kerusakan akibat perang tersebut perlu dibangun kembali , maka usaha untuk mempercepat pembangunan antara lain dengan fabrikasi komponen bangunan yang lebih ekonomis dan rasional sesuai dengan tujuan Revolusi Industri . Konsekuensi dari pandangan tersebut antara lain ornamen dianggap sebagai suatu kejahatan dan klassisme baru yang pernah diapakai oleh kaum fasis dan nazi menjadi simbol negatif dan perlu ditolak . Munculnya 2 arsitek yang terkenal waktu itu yaitu Ludwig Mies Van Der Rohe dan Charles Le Corbusier .

Mies yang berasal dari Aechen, Jerman merupakan staf pengajar di Bauhaus. Sifatnya yang konservatif dan kaku tercermin dalam karya-karyanya yang khas . Mies suka menggunakan baja dan kaca sebagai bahan bangunan utamanya. Bentuk arsitekturnya kotak yang dibuat dengan sistem rangka dengan bahan baja dan penutup kaca yang jelas .Semboyan-semboyannya menjadi cap bagi bentuk arsitektur modern antara lain seperti ‘ Less is more ‘, ‘ Simplicity is beauty ‘ , ‘ Reason is the first principle of all human work ‘ , dan sebagainya . Arsitekturnya mengesankan suatu bangunan yang monumental .

Corbusier berpendapat bahwa situasi perkotaan yang semakin padat mengakibatkan orang yang berjalan di atas tanah terhalang oleh banyaknya bangunan maka dengan penggunaan beton gedung bisa seolah-olah diangkat dari atas tanah sehingga menghasilkan suatu perspektif baru yang terbuka . Atap bangunannya datar dari beton dapat dibuat teras untuk kebun ( program penghijauan kota ) . Segala impian untuk membuat bangunan seakan-akan melayang di udara dapat terwujud dengan kontruksi beton .

Centre Le Corbuiser. Le Corbuiser

1.4. RUNTUHNYA ARSITEKTUR MODERN

Hasil dari Arsitektur Modern adalah bentuk-bentuk yang fungsional . Kemudian munculnya standarisasi dari Eropa padahal untuk Asia ukurannya berbeda sehingga manusia dianggap sebagai bagian dari mekanisasi bangunan (tanpa ekspresi) lama-lama orang mulai bosan dan jenuh terhadap tampilan bangunan Arsitektur Modern.

Puncak kegagalan Arsitektur Modern adalah ketika bangunan Pruitt-Igoe , St. Louis yang demikian terkenal yang dibangun oleh Yamasaki disambut sebagai karya cemerlang pada cakrawala kota , harapan baru bagi kaum miskin didinamit 15 tahun kemudian hingga rata dengan tanah oleh para sponsornya sebagai pengakuan atas kegagalannya yang membawa malapetaka . Alih-alih 43 gedung apartemen ini menjadi model perumahan yang nyaman dengan uang sewa murah, proyek ini menjadi sarang penjahat dan perusuh . Apartemen yang direncanakan sebagai tempat berlindung yang nyaman dan aman bagi kaum miskin menjadi pangkalan yang penuh teror diatas tanah tak bertuan ,dan halaman rumput yang direncanakan sebagai tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak ternyata berserakkan sampah, kaleng bir dan kotoran manusia . Pruitt-Igoe harus dibongkar karena perencanaannya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat penggunanya . Desain arsitekturnya telah membuat apartemen ini menjadi seperti penjara . Lift hanya berhenti pada setiap 3 lantai ,sehingga terciptalah perangkap pada lantai-lantai diantaranya ,sehingga perampok,pemerkosa dapat memanfaatkan ujung tangga dan ruangan tangga yang gelap untuk melakukan perbuatan kriminalnya .

Seinajoki Town Hall. Alvar Aalto

Untuk memanfaatkan situasi yang kacau ini maka seorang sejarahwan bernama Charles James mengarang cerita bahwa pada tanggal 5 Juli 1932 jam 15:32 Arsitektur Modern mati . Pada pertengahan tahun 1972 Arsitektur Modern runtuh karena banyak sekali kegagalannya dan orang mulai mencari kekosongan pada Arsitektur Modern dengan munculnya Arsitektur Late Modern dan bersamaan dengan itu timbul juga Arsitektur Post Modern .

Apartements. Ludwig Mies van Der Rohe

1.5. LAHIRNYA ARSITEKTUR POST-MODERN

Arsitektur Post Modern lahir karena beberapa hal antara lain Arsitektur Modern dipermalukan karena tidak begitu menghargai sejarah ,kemudian terjadinya Gerakan Internasional Mahasiswa di berbagai negara dengan tujuan secara umum yang sama yaitu menuntut kebebasan karena sebelum masa pemberontakan tersebut pada umumnya pusat-pusat intelektual /sekolah-sekolah secara politik dikuasai pemerintah sehingga melalui gerakan mahasiswa ini kemandirian mahasiswa dihargai. Kemudian tumbuhnya peristiwa kebudayaan dalam gaya hidup dan munculnya demonstrasi orang tua yang menurut mereka orang-orang modern bisanya cuma merusak bukan memelihara .

Aliran Late Modern itu sendiri merupakan aliran Modern karena pada dasarnya hanya mengolah segi bahan , tampak dan struktur bangunan,sedangkan Post Modern sautu mutasi karena mencoba memasukkan kembali nilai-nilai sejarah dan tradisional dalam arsitektur ,suatu hal yang sebelumnya sangat ditentang Modernisme.

Post Modern timbul pada saat aliran Modern sudah mencapai klimaks pertumbuhannya dan sebagai suatu aliran baru yang merupakan perubahan dramatis arsitektur Modern dan Internasional Style .

Reaksi lain yang timbul adalah slogan ‘ Less is More ‘ diubah menjadi ‘ Less is Bore ‘ oleh Venturi . Istilah Post Modern pertama kali oleh Arnold Toynbee, tetapi bukan dalam konteks Arsitektur . Kemudian dipindahkan dalam konteks Arsitektur oleh Arsitek Joseph Hudnut pada tahun 1949 dan kemudian Geoffrey Barraclouyh ( sesudah Toynbee ) yaitu untuk menggambarkan suatu jaman yang penuh dengan keanekaragaman dalam peradaban yang saling berdampingan satu dengan yang lainnya .

New National Gallery, Ludwig Mies Van Der Rohe

Teori Arsitektur Modern berpusat pada Theorizing A New Agenda for Architecture ( Kate Nesbitt, 1996 ) dan The Theory of Architecture ( Paul Allan Johnson, 1992 ) . Sedangkan perkembangan Arsitektur Post Modern berpusat pada The History of Post Modern Architecture ( Heinrich Klotz, 1984 ) dan The 2 Faces of Post Modern ( AD Profile 74, 1988 ) .

Beberapa pandangan yang mendasari arsitektur Post Modern adalah bahwa Arsitektur Post Modern merupakan penolakan , penyempurnaan , dan koreksi terhadap kesalahan yang telah terjadi pada Arsitektur Modern .

Menurut Curtis ,tradisionalisme timbul sebagai reaksi terhadap tidak adanya kesinambungan antara yang lama dan yang baru ( 1975 ), sedangkan regionalisme merupakan peleburan dan penyatuan antara yang lama dan yang baru (1985) .

Sedangkan menurut Charles Jencks , Post Modern berusaha menghadirkan yang lama dalam bentuk universal ( 1972 ) . Menurutnya arsitektur identik dengan bahasa yang terdiri dari kata-kata, maka arsitektur dengan elemen- elemen dinding, kolom,jendela, atap, dan lain-lain . Oleh karena itu arsitektur harus komunikatif . Elemen-elemen yang menyebabkan bangunan bersifat komunikatif adalah :

a. Sintaks , berarti cara/teknik penyusunan kata-kata hingga bermakna dalam semiologi . Demikian juga dalam arsitektur ,penyusunan komponen bangunan secara tepat akan menghasilkan penampilan visual yang bermakna .

b. Sematik, dalam semiologi elemen ini menentukan gambaran keseluruhan yang tercipta dalam ingatan seseorang manakala mendengar serangkaian kata atau kalimat yang diucapkan oleh orang lain. Mengikuti pandangan tersebut, Jencks berpendapat bahwa sejak dulu masyarakat sudah mempunyai prototype bangunan yang berkaitan dengan penggunaannya .

c. Metaphor, dalam semiologi berarti suatu kiasan yang dihasilkan setelah kata-kata dirangkaikan. Dalam Arsitektur mengambil bentuk-bentuk alam yang fungsional dan mempunyai tanda-tanda atau simbol-simbol tertentu . Berdasarkan analogi itu ,Jencks menguraikan perkembangan Arsitektur yang menyimpang dari arus utama fungsionalisme . Ada 6 prinsip yang diajukan oleh Jencks yaitu :

v Historicism , merupakan aliran yang paling awal munculnya . Penganut aliran ini ingin tetap menampilkan komponen-komponen bangunan yang berasal dari komponen-komponen klasik, misalnya bentuk kayu diganti dengan bahan beton tetapi tetap diberi ornamen-ornamen. Produk aliran ini paling berhasil terdapat di Jepang dan Itali.

v Straight Revivalism, pengikut aliran ini sulit menghilangkan langgam- langgam yang sudah mendarah daging di masyarakat ,misalnya Rennaisance, Gothic, Roman, Islamic . Produk-produk aliran ini memiliki tingkat yang tinggi.

v Neo Vernacular , produk-produk pada bangunan ini tidak murni menerapkan prinsip-prinsip bangunan vernacular ,melainkan menampilkan karya baru ( mengutamakan penampilan visualnya ) .

v Urbanist , mempunyai 2 ciri khusus yaitu :

Ø Ad – Hoc, penambahan komponen-komponen baru pada suatu perancangan yang sedang dalam proses pengembangannya tanpa memikirkan posisi dan lokasi yang tepat .

Ø Kontekstual , berusaha melayani aspirasi ideal masyarakat , desainnya mengikuti lingkungan sekitar .

v Metaphor / Metaphisics , desainnya mengambil bentuk-bentuk alam yang fungsional dan mempunyai tanda atau simbol tertentu. Untuk itu pilihan mereka umumnya berupa referensi yang tersamar sehingga tidak terlihat kejanggalannya .

v Post Modern Space ,difokuskan pada rancangan spatial interpenetration, dimana dua atau lebih ruang yang berlainan dapat digabung secara overlap dan saling bertemu sehingga menghasilkan aliran ruang yang menerus . Pendukung aliran ini mencoba untuk mnedefinisikan ruang lebih dari sekedar ruang abstrak dan menghasilkan arti ganda , keanekaragaman dan kejutan .

Sedangkan menurut Robert A.M. Stern , aliran Arsitektur Modern telah kehilangan beberapa makna yang disebabkan oleh ikatan antara kemajuan teknologi tinggi dengan arsitektur . Makna yang terkandung dalam Arsitektur Post Modern menurut Stern yaitu :

a. Kontekstualisme , desain bangunan dibuat sesuai dengan desain bangunan di lingkungan sekitarnya, misalnya dalam bentuk warna, ukuran .

b. Allusionisme , desain arsitektural yang memasukkan nilai-nilai sejarah arsitekturnya . Contoh : sejarah bangunan lama dilibatkan untuk desain bangunan yang baru .

Menurut Karl Frederich Schinkel , setiap tatanan memberikan kesempatan pada para aktor / individual untuk berekspresi . Intinya memberi kesempatan untuk berekspresi secara bebas setelah terkungkung oleh Arsitektur Modern yang hanya menekankan pada fungsi-fungsi dan tidak memberi kesempatan untuk berekspresi dengan unsur-unsur atau nilai-nilai yang ada dibebaskan dari kekakuan arsitektur modern .

Menurut Venturi , estetika Arsitektur Modern berbeda dengan estetika Arsitektur Post Modern dimana estetika Arsitektur Modern lebih menekankan pada struktur, keseimbangan, irama, skala, titik berat, dan proporsi . Robert Venturi melawan Arsitektur Modern yang berslogan ‘ Less is more ‘, realistis, fungsional dengan mengatakan bahwa ‘ Less is bore ‘ karena arsitektur harus mampu mewadahi kompleksitas dan kontradiksi . Arsitektur itu kompleks ( tidak hanya melulu fungsional ,tetapi juga memperhatikan elemen-elemen Vitruvius yaitu utilitas, firmitas , dan venusitas . Venturi juga menyukai sesuatu yang konvensional ( nilai-nilai sejarah ). Ia lebih memilih ‘ both-and ‘ yang berarti keduanya ( tidak dibuang begitu saja tetapi diambil yang baik-baik saja lalu dijalankan bersama-sama dengan masa kini ) daripada ‘ either-or ‘ yang berarti membuang salah satu dan memilih yang lain . Venturi menyerang Mies Van Der Rohe dengan ‘ simplifikasinya ‘ . Argumentasinya tidak hanya terfokus pada masa lalu tetapi ada nilai-nilai masa kini . Nilai estetika Post Modern menurut Venturi tergantung dari tema individu perancang . Kita harus menilai estetikanya dengan menelusuri tema/cerita dari si perancang itu. Jangan menilai dari pendekatan arsitektur modern ( titik berat, keseimbangan , dan sebagainya ) . Kalau seperti novel jaman ,kita bisa mulai membaca dari mana saja begitu pula dengan Post Modern ,aktor-aktor juga berperan penting dalam setiap tahapan dimana dalam berarsitektur dimasukkan/dianalogikan ke dalam bentuk dengan karakter-karakter tersebut . Ini lebih kelihatan jelas pada penataan banyak massa ,bukan single building . Ciri khas Arsitektur Post Modern menurut Venturi :

1. Elemen arsitektur dapat mengkontradiksi satu dengan lainnya, misalnya : kontradiksi antar daerah bangunan yang rumit dan tampak yang sederhana .

2. Menggunakan kompleksitas dan kontradiksi secara bersamaan , digunakan bentuk yang kompiris dan sederhana .

Sedangkan Aldo Rossi menekankan bentuk-bentuk geometri dengan memanfaatkan bayangan sebagai pembantu untuk menunjukkan kesan monumental ( monumen in segrate ) . Bayangan ini digunakan untuk menghindari kesan monoton . Tipologi digunakan sebagai simbol dari kesan monumental bangunan dimana Rossi mengutamakan peleburan nilai-nilai kemanusiaan dan fisik serta melalui penggunaan imajinasi ke dalam bentuk . Teknik Rossi dengan menggabungkan bentuk yang sudah ada ( Eropa dan Amerika ) dan dilebur dalam satu bentuk baru . Ciri khas bangunan Rossi adalah bentuk yang monumental dimana menuntut sesuatu yang sederhana sehingga bentuknya geometris dan mempertimbangkan bangunannya terhadap arsitektur kota secara keseluruhan. Menurut Rossi arsitektur modern lebih condong ke fungsi fisik,padahal fungsi juga harus ditinjau dari fungsi psikis. Rossi juga ingin menunjukkan bahwa fungsi itu kontekstual ,fungsi bisa berubah bila waktunya beda .

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...