ARSITEKTUR POSMODERN SEBAGAI KOREKSI ARSITEKTUR MODERN

Posted on 28 Januari 2009. Filed under: Architecture |

Arsitektur merupakan karya seni yang perkembangannya sejalan dengan perkembangan manusia itu sendiri. Sebut saja sejak zaman Yunani-Romawi sampai zaman sekarang ini, dapat kita lihat perubahannya. Sebuah kasus dapat kita kritisi pada saat munculnya arsitektur modern. Banyak faktor yang memicu kehadiran arsitektur modern pada saat itu. Antara lain; Pasca perang dunia II yang telah mengakibatkan kehancuran bangunan kota, yang harus dibangun kembali dalam tempo yang relative singkat dan efisien; Adanya revolusi industri yang menciptakan industri bahan bangunan serta didukung juga dengan penemuan-penemuan material bangunan seperti bahan beton, baja, kaca dan juga lift.

Pada masa pasca perang dunia II ini, bangunan yang lebih berorientasi fungsional berdiri bagaikan jamur dimusim hujan. Ornament yang banyak ditemui pada arsitektur bangunan klasik tidak lagi dipakai. Untuk itu ada anggapan bahwa arsitektur modern tidak akan eksis untuk jangka waktu lama mengingat terdapat kelemahan-kelemahan pada arsitektur modern, seperti; dianggap kaku dan tidak manusiawi; hilangnya proses desain atau proses seni karena tuntutan produksi sehingga mengesampingkan proses kreativitas; tidak mempunyai nilai tradisional daerah; dan dianggap identik dengan kapitalisme.

Arsitektur moderen dibagi dalam 3 masa yaitu:

– Moderen mula (1890 – 1910)

– Moderen puncak ( 1920 – 1950)

– Moderen akhir (1950 – 1960)

Pada masa moderen akhir yaitu pada pertengahan 1960 teori tentang arsitektur baru yang akan menggantikan arsitektur moderen sebenarnya sudah ada. Teori tersebut antara lain dari Robert Venturi dengan bukunya “Complexcity and Contradiction in Architecture” dan dari Aldo Rossi dengan bukunya “ the Architecture of the City”. Oleh karena arsitektur moderen sudah selesai, muncullah arsitektur baru yang dinamakan arsitektur post-moderen. Munculnya arsitektur post-moderen diharapkan dapat menjawab kritikan-kritikan terhadap arsitektur moderen. Dalam karya arsitektur post-moderen antara seni dan ilmu menjadi satu lagi. Arsitektur post-moderen adalah proses komunikasi atau bahasa ,mempunyai makna yang dapat “ menyentuh” kembali sisi manusiawi sebab manusia bukan mesin.

Perbandingan Ciri-ciri antara Arsitektur Moderen dan Post-Moderen
Ideologi
Moderen
* Satu gaya internasional
* Berupa khayalan ,idealis
* Fungsional
* Arsitek sebagai nabi
* Elitis untuk setiap manusia
* Zeitgeit
* Bersifat menyeluruh, luas

Post-moderen

* Gaya dengan dua makna
* Bentuk semiotic
* Tradisi dan pilihan
* Arsitek sebagai wakil dan aktifis
* Elitis dan partisipatif
* Ornamen, klien
* Sifat berbeda-beda

.
Stylistic

Moderen

* Bersifat lurus ke depan
* Sederhana
* Bentuk abstrak
* Mempertahankan kemurnian
* Estetika mesin, logika, sirkulasi, teknologi, mekanikal
* Anti ornamen
* Anti historis
* Anti humor
* Anti simbol

Post-moderen

* Ekspresi campuran
* Kerumitan
* Ruang yang berubah-ubah dan dengan kejutan
* Konvensional dan bentuk abstrak
* Artikulasi semiotic
* Bermacam-macam estetika yang berubah berdasarkan keadaan, pengungkapan isi Pro organik, pemakaian ornamen
* Pro metaphor
* Pro simbol
* Pro referensi historis

.
Ide desain

Moderen

* Kota di taman
* Pemisahan fungsi
* “Kulit dan tulang”
* Volume bukan massa
* Papan, ujung balok
* Transparan

Post-moderen

* Keadaan kota dan perbaikan
* Pencampuran fungsi
* Arti yang langsung dimengerti
* Ruang tidak simetris dan perluasan
* Street building
* Kedwiartian
* Cenderung asimetri /simetri

Berdasarkan perbandingan ciri-ciri tersebut dapat terlihat kelemahan-kelemahan arsitektur moderen yang nantinya dilengkapi oleh keberadaan arsitektur post-moderen.

Charles A.Jencks seorang tokoh arsitektur post-moderen berpendapat bahwa arsitektur identik dengan bahasa. Bahasa terdiri dari kata-kata seperti halnya arsitektur terdiri dari unsur-unsur atap, dinding, kolom, dan lain-lain. Oleh karenanya, arsitektur harus komunikatif. Unsur-unsur komunikatif pada bangunan yaitu:

– Sintak

Sintak berarti cara /teknik penyusunan kata-kata hingga bermakna. Begitu pula arsitektur, penyusunan komponen-komponennya dengan tepat akan menghasilkan karya yang memiliki makna.

– Sematik

Sematik yaitu menentukan gambaran keseluruhan yang tercipta dalam ingatan seseorang saat mendengar rangkaian serangkaian kata atau kalimat yang diucapkan orang lain. Jencks berpendapat sejak dulu masyarakat sudah mempunyai prototype bangunan yang berkaitan dengan penggunaannya.

– Methapor

Methapor ialah suatu kiasan yang dihasilkan setelah kata-kata dirangkaikan. Dalam arsitektur dapat dijumpai bentuk-bentuk alam yang fungsional diambil sabagai tanda atau simbol tertentu.

Arsitektur sebagai bahasa dengan tujuan kemanusiaan terpenuhi dalam arsitek post-moderen. Arsitektur post-moderen harus hadir karena arsitektur post-moderen adalah wujud penjelajahan desain yang dibekali kepekaan tinggi terhadap situasi, kondisi masyarakat dan lingkungan. (DNL; Dari berbagai sumber)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: