Gurita Berkepala Perempuan

Posted on 17 Januari 2009. Filed under: Uncategorized |

PADANG | SURYA Online – Rumah pasangan Herman (45) dan Nita (42) di kelurahan Berok Nipah, Muara Padang, Kecamatan Padang Barat, tidak lagi sepi. Hampir setiap waktu, silih berganti orang datang ke rumah permanen yang dikontrak Nita tersebut.

Rumah kontrakan yang memang sempit tersebut, semakin terasa sempit. Pengunjung bukan hanya dari warga sekitar tapi juga Kota Padang, bahkan ada yang datang dari luar kota. Pemberitaan tentang gurita berkepala mirip manusia menjadi alasan kedatangan warga tersebut.

“Sampai Senin (5/1) dini hari masih ada warga yang datang melihat, mereka mengetok pintu rumah agar bisa melihat gurita berkepala manusia ini,” ujar Nita saat dikunjungi, Senin (5/1/2009). Tidak hanya Nita yang ketiban rezeki. Warga sekitar yang tinggal di kawasan yang padat tersebut juga mendapat rezeki bak durian runtuh.

Selain dari persewaan tempat parkir kendaraan, juga dari beberapa kantong sumbangan yang disediakan. Sebelum sampai ke rumah Nita, mulai dari Jalan Muara, setidaknya ada tiga pos kantong sumbangan yang mesti dilewati pengunjung.

Pos pertama di mulut gang, bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor dikenakan uang parkir sebesar Rp 1.000. Selanjutnya, tidak beberapa jauh dari lokasi ada pos sumbangan sukarela untuk masjid. Kantong sumbangan terakhir disediakan di rumah Nita.

Nita mengaku tidak pernah mendapat mimpi atau firasat aneh setelah gurita berbentuk kepala manusia tersebut ada di rumahnya. Hanya saja, saat merebus gurita untuk makan siang, ia sempat mendengar suara tangis bayi. “Awalnya, saya pikir itu tangis bayi tetangga tapi setelah saya ingat-ingat benar, di kawasan tempat tinggal saya tidak ada tetangga yang memiliki bayi,” ujarnya.

Rasa penasaran juga yang mendorong Nita mencari sumber suara tangis bayi tersebut. Pencarian Nita berakhir di dapur. Dari dapur suara tersebut semakin keras terdengar. Nita baru tersentak saat melihat kuali tempat gurita tersebut direbus.  Nita mengaku sampai saat ini tidak pernah bermimpi terkait dengan gurita berwajah mirip manusia tersebut.

“Kepala gurita tersebut muncul di tengah kuali, seperti orang minta tolong dan tampak bergerak-gerak,” ujar Nita. Saat itulah, ia baru sadar ketika memperhatikan ternyata bagian kepala gurita tersebut sudah berubah bentuk, mirip kepala manusia.

Sejak Minggu (4/1) sampai Senin (5/1), setidaknya pengunjung yang datang sudah mencapai ribuan orang. Informasi tentang gurita berkepala mirip manusia tersebut sudah tersebar luas. Mereka tidak hanya datang dari Kota Padang tapi juga dari Batusangkar dan Pariaman. “Saya beri nama gurita itu Siti Nurbaya karena bentuknya seperti perempuan,” ujar Nita.

Siti Nurbaya memang seolah identik dengan Padang. Ia tokoh sentral dalam roman karangan Marah Rusli dari Padang yang terbit tahun 1930-an. Roman berlatar belakang kultur Minang itu jadi terkenal karena kemudian diangkat ke layar lebar, belakangan juga ke sinema elektronik. Fiksi Siti Nurbaya adalah contoh sempurna dari nasib perempuan muda nan molek yang dipaksa kawin dengan bandot tua karena jeratan utang orangtuanya.

Kini, “Siti Nurbaya” moncer lagi di Padang. Foto-fotonya terjual laris di sepanjang gang sebelum sampai di rumah Nita. Harganya beragam, mulai dari Rp 3.000 untuk ukuran 4R dan Rp 20.000 untuk ukuran 10R. Menurut Buyung (26), seorang penjual foto gurita, sampai Senin (4/1) siang, ia sudah mengantongi uang lebih dari Rp 100.000 dari penjualan foto tersebut. “Boleh dikatakan fotonya laku keras, perbandingannya dari 10 pengunjung yang datang, 6 di antarnya pasti membeli,” ujar Buyung.

Tidak hanya foto, pengunjung yang datang pun saling berebutan untuk mengambil foto gurita yang dipajang di depan rumah Nita. Ada yang menggunakan foto saku, ada juga melalui foto di telepon seluler. Ah, inilah kesempatan buat para copet. Sudah ada beberapa pengunjung yang kecopetan ketika berdesak-desakan.

Gurita berkepala  manusia berukuran sekitar 20 cm itu semula ditangkap suami Nita bersama nelayan lain di Perairan Sauban, Kabupaten Mentawai, Minggu (4/1). Saat dibongkar di Pelabuhan Batang Arau sekitar pukul 10.00, tidak tampak keanehan pada bagian gurita1kepala dari gurita tersebut. Keanehan baru muncul saat Nita merebus gurita tersebut, sebelum digoreng siangnya. Rencananya gurita tersebut dijadiakan santapan makan siang bersama keluarga.

Saat direbus itulah, gurita tersebut berubah bentuk. Pada bagian kepalanya tampak seperti kepala manusia berkelamin perempuan. Sebelumnya, pada bagian mata gurita mengalir air namun ternyata itu sisa air rebusan. Sampai malam ini, lokasi masih dikunjung warga silih berganti, seakan tidak pernah berhenti. Lokasi pun seperti pasar malam

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: