Demo Sma4 siantar Tolak Ruslag

Posted on 15 Januari 2009. Filed under: Bobby_Saragih Tutorial |

Ratusan siswa SMA Negeri (SMAN) 4 Pematangsiantar gelar aksi unjukrasa di dua lokasi, Jumat (1/8). Sekitar jam 08.05 WIB sejumlah siswa kelas 2 dan kelas 3 SMAN 4 menggelar aksi unjukrasa di sekolahnya di Jalan Patimura. Kemudian aksi dilanjutkan ke gedung DPRD Pematangsiantar dengan mengikutsertakan kelas 1.

Mereka mendatangi kantor dewan mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.20 WIB berpakaian seragam sekolah pramuka dan putih abu-abu dengan membawa poster kartun bertuliskan berbagai kecaman terhadap pemerintah kota dan DPRD.

Rado Damanik sebagai koordinator aksi menegaskan bahwa mereka menolak ruilslag (tukar guling) terhadap gedung SMA Negeri 4 yang terletak di Jalan Pattimura dengan alasan apapun. Menurutnya, ruilslag sebagai perusakan pendidikan di Kota Pematangsiantar, dan hanya untuk kepentingan Pemko dan pihak pengembang.

Rado juga menambahkan, pemindahan siswa-siswi kelas 1 SMA Negeri 4 ke Jalan Gunung Sibayak Kelurahan Simalungun Kecamatan Siantar Selatan, adalah sebagai proses awal riulslag. Buktinya, orangtua siswa tidak diberitahukan pihak sekolah terkait kepindahan ruang belajar. Makanya para siswa tidak bersedia belajar di gedung yang tidak jelas statusnya.

Anggota DPRD Siantar yang menerima pengunjuk rasa, Dra Grace Christiane, Ronald Tampubolon, Pardamean Sihombing dan Julian Martin menyarankan agar para siswa kembali ke sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Terkait ruilslag dan perpindahan gedung untuk belajar, Grace mengaku dewan belum menerima pemberitahuan dan pihaknya berjanji akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran serta kepada SMA Negeri 4.

Menurut Kepala SMAN 4 DR Gultom, berdasarkan pengamatannya selama ini, jumlah siswa yang setuju sekolahnya dipindahkan lebih banyak daripada yang tidak setuju. Sedangkan kepada guru yang ikut menolak perpindahan, DR Gultom juga tidak akan memberikan teguran. Hal itu berlaku bila, guru guru tersebut tidak menghambat proses belajar dan mengajar di SMAN 4.

Di aksi demo itu, Thomas Maruli Situmorang orangtua Yesika Situmorang, siswi kelas 1 SMA Negeri 4 menarik anaknya dari kerumunan demo dan memaksa pulang anaknya. “Anak saya sekolah untuk belajar, bukan untuk demo,” ujarnya.
Source: http://www.harian-global.com

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: