jump to navigation

6 Mei 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment

millau2dp_041214_bruecke_millau_bau_totalemillau5
Kini giliran Prancis membuat sensasi di bidang konstruksi. Namun bukanlah gedung pencakar langit, seperti menara Petronas di Malaysia. Tapi kali ini, Prancis membuat sensasi dengan jembatan terpanjang dan tertinggi di dunia. Jembatan ini terletak tidak jauh dari Kota Millau, bagian barat daya Prancis.

Jembatan yang dirancang oleh Lord Norman Foster yang berkebangsaan Inggris dibangun pada Desember 2001 dan selesai pada Desember 2004. Dan ini merupakan suatu proyek yang sangat mengagumkan. Jembatan yang terbentang sepanjang 2.460 m dibagi atas 8 bentang, yaitu 2 x 204 m dan 6 x 342 m dan ditopang oleh 7 pilar yang mempunyai ketinggian antara 78 – 245 m. Pada struktur atas, yaitu untuk sarana jalan rayanya, mempunyai lebar 32 m.

Dibutuhkan sekitar 85.000 kubikmeter beton untuk pengecoran 7 buah pilar yang sungguh luar biasa besarnya. Dalam perencanaan konstruksi ini, harus sangat mempertimbangkan kestabilannya, sehingga arah dan kekuatan angin serta turbulensi yang terjadi, perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu.

Untuk pengefektifan waktu, element konstruksi atas ( untuk jalur kendaraan ) dilakukan fabrikasi sebelumnya. Dan karena konstruksi pelat dari beton ternyata lebih berat 10 kali, konstruksi dari baja merupakan pilihan yang lebih menguntungkan. Konstruksi pelat baja ini mempunyai berat “hanya” 36.000 ton, dan jika elemen-elemen pelat ini dibentangkan, akan diperoleh panjang sekitar 1.000 km. Dan pada proses pengerjaan pelat baja yang sungguh luar biasa besarnya ini, dibutuhkan alat bantuan berupa robot pengelas dan pengerjaannya pun harus dilakukan secara teliti hingga satuan milimeter.

MENGAPA POSTMODERN HARUS HADIR 6 Mei 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment

1.1. PENDAHULUAN

Di jaman globalisasi seperti sekarang ini tentunya kita sudah tidak asing lagi dalam menjumpai bangunan-bangunan post modern di segala tempat di dunia ini terlebih lagi di Amerika dan Eropa . Bagaimanakah perkembangan arsitektur postmodern ? Apa yang melatarbelakangi terjadinya hal ini ?

Bila kita berbicara mengenai arsitektur postmodern , bila diartikan secara terpisah dari kata post yaitu sesudah dan modern yaitu arsitektur modern maka dapat dikatakan bahwa aliran post modern adalah aliran yang terjadi setelah era arsitektur modern . Bila demikian, maka Arsitektur Post Modern tentunya tidak dapat dipisahkan dari Arsitektur Modern. Jadi, bagaimanakah perkembangan arsitektur Modern dan penyebab keruntuhannya ?

Crown Hall, Ludwig mies van der rohe

1.2. PENYEBAB LAHIRNYA ARSITEKTUR MODERN

Arsitektur modern mulai berkembang sebagai akibat adanya perubahan dalam teknologi ,sosial, dan kebudayaan yang dihubungkan dengan Revolusi Industri ( 1760 – 1863 ) . Pada umumnya perubahan-perubahan di dalam bidang arsitektur selalu didahului dengan perubahan dalam masyarakat karena itulah Revolusi Industri juga berakibat pada perubahan dalam masyarakat yang mempengaruhi timbulnya arsitektur modern yaitu :

1. Perubahan dalam bidang teknologi bangunan terutama dalam bidang konstruksi / struktur bangunan (1775 – 1939) .

2. Perubahan pada perkotaan atau perkembangan kota-kota (1800 – 1909) .

3. Perubahan dalam kebudayaan yang menyangkut gaya neoklasik (1750 – 1900)

Pada perubahan dalam bidang teknologi bangunan ,terjadi peningkatan mutu dan pengerjaan bahan bangunan tradisional seperti kayu, batu bata, genting , dan batu alam . Namun juga terjadi perubahan yang mencolok dengan pemakaian 3 bahan baru ( penemuan teknologi terbaru ) dalam 100 tahun terakhir yaitu :kaca, baja, beton.

Sebelum Revolusi Industri dan sebelum arsitektur modern berkembang ,pemakaian baja pada bangunan sangat terbatas sekali seperti hanya pada railing tangga, pagar , teralis jendela , dan sebagainya . Tak ada sistem konstruksi yang menggunakan baja . Namun dalam arsitektur modern baja merupakan bahan bangunan utama karena baja punya banyak keuntungan disamping kelemahannya korosi, tegangan tarik dan tekan baja hampir sama besar sehingga mutu produksi bisa diandalkan ( dari pabrik ) panjang bisa mencapai 12 meter ,ukuran (profil), dan mutu baja bisa diatur, beratnya ringan sehingga pengangkutannya mudah dan ekonomis , serta mudah dirangkai di lapangan .

Beton bahan campuran dari 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil mempunyai tegangan tekan yang kuat namun lemah di tegangan tarik. Beratnya besar yaitu 2400 kg per m3. Agar kuat menahan tarik maka ditambah tulangan besi di dalamnya . Seiring dengan perkembangan teknologi mulai ditemukan baja pra tegang yang menguntungkan dalam kontruksi bangunan .

Perkembangan kaca mulai pesat pada tahun 1806 karena sudah bisa dibuat kaca dengan dimensi 2.50 x 1.70 meter. Sehingga pemakaian kaca untuk jendela dan pintu yang sebelumnya dipandang langka sekarang sudah menjadi umum . Bahkan pemakaian kaca dalam arsitektur modern sering dipakai sebagai dinding dalam bangunan bertingkat banyak .

Intinya teknologi perhitungan kontruksi serta pemakaian bahan bangunan seperti baja, beton ,dan kaca membuat kemajuan yang sangat pesat dalam arsitektur modern serta menghasilkan produk yang sebelumnya belum pernah diwujudkan seperti bangunan bentang lebar dan bangunan bertingkat banyak .

Revolusi Industri berakibat urbanisasi sehingga menambah jumlah penduduk kota yang juga berarti menambah masalah di dalam kota itu sendiri seperti komunikasi . Masalah komunikasi menyebabkan mobilitas tinggi sehingga perlu adanya fasilitas untuk menunjang kegiatan tersebut seperti stasiun, kantor, hotel, pasar , pusat perbelanjaan , dan sebagainya yang merubah struktur kota. Perubahan yang cepat dengan tidak adanya penyeimbangan darimfasilitas menimbulkan daerah kumuh ( SLUM ) yang sampai sekarang masih jadi masalah utama di berbagai kota di dunia .Maka mulainya timbul gedung-gedung bertingkat yang menjamur karena adanya penemuan lift (1853) dan fasilitas utilitas lainnya seperti pompa dan sistem kontruksi baja dan beton .

Kemudian perubahan dalam kebudayaan yang menyangkut gaya Neoklasik dimana keyakinan arsitektur adalah seni bangunan yang berbeda dengan kegiatan ‘engineering’ mengalami tantangan berat . Tradisi fungsional pada pemikiran struktur mulai berpengaruh pada arsitektur terutama mulai abad 19 .

Johnson wax building, Frank l. Wright

1.3. PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MODERN

1.3.1. Perkembangan Arsitektur Modern di Inggris

Perkembangan Arsitektur Modern di Inggris berawal dari timbulnya usaha-usaha dalam perbaikan hidup terutama di bidang perkotaan dan arsitektur . Akibat urbanisasi dalam waktu singkat menyebabkan kualitas hidup di kota-kota menurun secara drastis sehingga muncullah Robert Owen yang dianggap sebagai pelopor perbaikan kota-kota industri dengan mendirikan pabrik pemintalan benang di New Lanark Skotlandia ,lalu mengadakan waktu kerja yang lebih rasional, memberi akomodasi yang baik bagi pekerja , dan menyediakan fasum bagi pekerja. Secara politisi Owen pun mengadakan undang-undang untuk memperbaiki kualitas hidup di perkotaan Inggris .

Sampai abad 19 muncul ketidakpuasan masyarakat terhadap rendahnya mutu hasil produksi sehingga muncullah gerakan “ Art & Craft Movement “ yang sangat menentang hasil produksi pabrik ( mesin ) . Pelopornya John Ruskin yang seorang pendidik dan teoritikus sejati . Menurutnya telah hilang proses produksi yang sangat dinikmati oleh seniman dengan hasil produksinya . Dalam bukunya “ The Seven Lamps of Architecture “, Ruskin mengupas habis-habisan kelemahan dari hasil produksi pabrik dan ketidakjujurannya .

Kemudian muncul pengganti Ruskin, yaitu William Morris yang juga muridnya . Morris adalah seorang praktisi lapangan dan ia membuat perusahaan bersama teman-temannya yaitu “ Morris , Marshall, Faulkner & Co. “ yang memiliki prinsip timbunya rasa seni dari manusia untuk manusia . Namun lama kelamaan gerakan yang memusuhi produksi mesin ini mulai memudar dikarenakan kualitas produksi mesin makin lama makin baik dan harganya jauh lebih murah dari hasil-hasil pekerjaan tangan .

Riola parish church, Alvar aalto

1.3.2. Perkembangan Arsitektur Modern di Amerika

Sebelum merdeka pada tahun 1781, arsitektur Amerika merupakan arsitektur kolonial Eropa yang telah disesuaikan dengan iklim dan tenaga kerja serta hasil bahan bangunan setempat . Namun setelah terjadinya kebakaran hebat yang membumihanguskan kota Chicago , maka mulainya muncul ciri khas arsitektur Amerika yang sebenarnya yang lepas dari tradisi Eropa .

Kota Chicago yang terletak diantara titik pertemuan Sungai Chicago yang mengalir ke danau Michigan dinilai sangat strategis dan berkembang menjadi sebuah pemukiman yang berkembang pesat menjadi sebuah kota . Setelah terjadi kebakaran yang menghancurkan kota itu, maka para arsitek yang tergabung di dalam “ The Chicago School “ mulai memikirkan strategi membangun kota yang efisien , cepat , dan ekonomis dengan membangun kota sistem grid ( papan catur ) . Gaya yang dianut adalah “ Form Follow Function “ dimana bentuk bangunan mengikuti fungsinya , dan bangunan yang terjadi seolah-olah seragam tanpa sentuhan pribadi arsiteknya .

Keadaan demikian dikecam oleh Louis Sullivan yang kemudian mendirikan kantor “ Sullivan & Adler “ , hasil karyanya memasukkan unsur estetika pada bangunan namun mendobrak dominasi arsitektur Eropa . Usahanya dilanjutkan oleh Frank Lloyd Wright yang sangat mengutamakan kebebasan lepas dari segala bentuk-bentuk tradisonal . Idenya “ Organic Architecture “ sangat terkenal dan dipandang sangat sesuai dengan sifat masyarakat Amerika yang terbuka ( spirit orang Amerika sejati ) . Bahakan menurutnya kebebasan adalah kata kunci dalam merancang ruang . Wright tidak memusuhi produksi mesin namun memanfaatkannya dalam karyanya sebagai hiasan geometris dan garis-garis horizontal .

1.3.3. Perkembangan Arsitektur Modern di Eropa

Pada tahun 1890 sampai 1910 merupakan masa transisi dalam perjalanan Arsitektur Modern . Timbullah 2 aliran di Eropa yaitu Art Nouveau dan Structure Rationalism yang sangat mendominasi waktu itu .

Langgam Art Nouveau lahir di Belgia, berkembang ke Australia dan Belanda , kemudian berkembang subur di Jerman . Nama internasional stylenya adalah Jugenstyle . Gerakan ini merupakan gerakan seni terapan yang memproduksi barang-barang seperti ikat pinggang, sendok, garpu, meja, kusri, lampu ,pegangan tangga, pintu dan akhirnya seluruh bangunan .Wujud desainnya tampak sebagai pemberi hidup ( tampak menggeliat, meliuk,mengalun, berguling dan berdengus ) , tampak juga seperti sejenis flora aneh atau organisme hidup yang tidak mempunyai makna apapun, hanya dinamisme abstraknya saja . Tokoh yang terkenal adalah Antonio Gaudi dari Spanyol dengan karyanya La Grada Familia ( kuil untuk orang miskin ) yang seperti rimba . Namun langgam ini dapat memadukan hiasan dan struktur dengan baik sehingga bentuk bangunan mengikuti naluri tetapi tetap punya fungsi structural ( gaya Romantism ) . Reaksi dari langgam ini adalah munculnya gaya ragam hias seperti Art Deco dan Kubisme .

Langgam Structural Rationalism ini mengutamakan suatu sistem struktur pada bangunan sebagai akibat langsung pada bentuk bangunannya sendiri . Salah seorang pelopornya adalah Violet Le Duc dari Perancis yang banyak bekerja sebagai restores pada bangunan Gothic di Eropa menyebabkan Le Duc yakin bahwa bentuk bangunan yang baik adalah sebagai akibat dari suatu sistem struktur yang benar. Pada langgam ini setiap elemen pada bangunan harus diperlihatkan dengan jelas mana yang structural dan mana yang non sruktural .Setiap detail sambungan harus dikerjakan secara benar dan teliti sehingga patut diperlihatkan apa adanya ( estetika detail ). Tokoh lainnya yang terkenal adalah Adof Loos yang sangat menentang tradisi dalam bangunan terutama dalam pandangan menghias bangunan dengan ornamen . Menurut Loos, seseorang baru berhasil menciptakan sesuatu yang baru kalau orang itu menciptakan apa yang belum pernah diciptakan orang sebelumnya . Bahkan menurut Loos, arsitektur bukanlah suatu seni namun wadah untuk memenuhi suatu kebutuhan . Bukunya “ Ornament and Crime “ sangat kontoversial pada waktu itu karena mengolok-olok bahwa warisan tradisi masa lalu merupakan kebudayaan Barbar .

Setelah Perang Dunia I selesai , muncullah sekolah “ Bauhaus “ di Weimar, Jerman pada tahun 1919 oleh Walter Grophius yang bertujuan menyatukan arsitek, seniman, dan tukang dengan prinsip “ There is no essential difference between the artist and the craftman “ , dimana simbonya adalah bangunan yang disinari oleh 3 buah bintang . Di sekolah ini pendidikan dibagi 2 yaitu 6 bulan pertama pengenalan materi dan pemecahan berbagai masalah sederhana dan kemudian 3 tahun berikutnya mahasiswa harus memasuki berbagai bengkel ( bengkel batu , bengkel kayu, bengkel logam ,bengkel tanah liat, bengkel gelas, bengkel tenun, dan bengkel warna ), lalu setelah ujian dan lulus barulah mahasiswa menentukan jurusannya ( arsitektur , desain grafis , desain interior, atau desain industri ). Tujuan praktis dari sekolah ini adalah menciptakan suatu kehidupan baru dan style yang baru untuk suatu jaman yang baru dengan suatu kesatuan yang baru antara seni dan teknologi . Ketika Hitler berkuasa , sekolah ini ditutup dan para pengajarnya banyak yang pindah ke Amerika .

price tower, Frank l Wright

1.3.4. Perkembangan Arsitektur Modern di Belanda

Langgam Art Nouveau melanda Belanda pada abad 19 ke abad 20, menjadi “ Neuwe Kunst “. Langgam baru ini masih mempertahankan prinsip-prinsip bentuk alamiah tetapi fungsional dipegang sebagai patokan . Akibatnya terciptalah bangunan yang memakai bahan dasar dari alam yang dipasang dengan ketrampilan tangan yang tinggi dan memungkinkan dibuatnya berbagai ornamentasi yang indah namun tetap memperhatikan fungsinya . Pada perkembangan selanjutnya Neuwe Kunst pecah menjadi 2 yaitu Amsterdam School dan De Stijl ( The Style ) .

Kelompok Amsterdam School lebih menitikberatkan pada ‘orisinalitas dan alamiah’ . Alirannya Romantism dan dijuluki ‘Dutch Expressionist Architecture’ yang berciri ketidakpuasan terhadap hasil desain industri . Bangunan karya merekan berdasarkan pengolahan massa yang kompak dan plastis , bahan dasar dari alam, ornamentasi berdasarkan garis-garis lengkung. Mereka menganggap interior desain sebagai unsur yang tidak terpisahkan dalam bangunan bahkan hubungan antara interior dan eksterior sangat erat sekali sebagai pencerminan suatu bangunan . Karyanya sering disebut sebagai “ Idividual Art “. Tokoh-tokohnya antara lain Michael De Klerk , Job & Trey .

House at Weissenhuf, Le Corbuiser

Kelompok De Stijl sangat bertolak belakang dengan Amsterdam School karena lebih menitikberatkan pada fungsi dan estetika kelompok , kelompok ini lebih menyukai hasil industri yang terstandartisasi , dengan bentuk-bentuk dan komposisi geometri .Menurut kelompok ini , penentuan ukuran serta bentuk ruang, hubungan antar ruang, dan sistem sirkulasi merupakan faktor penentu dalam merencanakan sebuah bangunan , apabila bangunan tersebut gagal dalam memenuhi tuntutan itu maka bangunan itu tidak dapat dikatakan berfungsi ,oleh sebab itu arsitek pada kelompok ini berusaha membuat bangunan bebas dari pengaruh berbagai macam style baik datang dari luar maupun bentuk-bentuk peninggalan sejarah karena style dianggap menghambat berfungsinya sebuah bangunan secara efisien.

Finnish Pavilion, Alvar Aalto

1.3.5. Perkembangan Arsitektur Modern setelah Perang Dunia II

Arsitektur Modern berkembang pesat setelah Perang Dunia II berakhir karena kerusakan akibat perang tersebut perlu dibangun kembali , maka usaha untuk mempercepat pembangunan antara lain dengan fabrikasi komponen bangunan yang lebih ekonomis dan rasional sesuai dengan tujuan Revolusi Industri . Konsekuensi dari pandangan tersebut antara lain ornamen dianggap sebagai suatu kejahatan dan klassisme baru yang pernah diapakai oleh kaum fasis dan nazi menjadi simbol negatif dan perlu ditolak . Munculnya 2 arsitek yang terkenal waktu itu yaitu Ludwig Mies Van Der Rohe dan Charles Le Corbusier .

Mies yang berasal dari Aechen, Jerman merupakan staf pengajar di Bauhaus. Sifatnya yang konservatif dan kaku tercermin dalam karya-karyanya yang khas . Mies suka menggunakan baja dan kaca sebagai bahan bangunan utamanya. Bentuk arsitekturnya kotak yang dibuat dengan sistem rangka dengan bahan baja dan penutup kaca yang jelas .Semboyan-semboyannya menjadi cap bagi bentuk arsitektur modern antara lain seperti ‘ Less is more ‘, ‘ Simplicity is beauty ‘ , ‘ Reason is the first principle of all human work ‘ , dan sebagainya . Arsitekturnya mengesankan suatu bangunan yang monumental .

Corbusier berpendapat bahwa situasi perkotaan yang semakin padat mengakibatkan orang yang berjalan di atas tanah terhalang oleh banyaknya bangunan maka dengan penggunaan beton gedung bisa seolah-olah diangkat dari atas tanah sehingga menghasilkan suatu perspektif baru yang terbuka . Atap bangunannya datar dari beton dapat dibuat teras untuk kebun ( program penghijauan kota ) . Segala impian untuk membuat bangunan seakan-akan melayang di udara dapat terwujud dengan kontruksi beton .

Centre Le Corbuiser. Le Corbuiser

1.4. RUNTUHNYA ARSITEKTUR MODERN

Hasil dari Arsitektur Modern adalah bentuk-bentuk yang fungsional . Kemudian munculnya standarisasi dari Eropa padahal untuk Asia ukurannya berbeda sehingga manusia dianggap sebagai bagian dari mekanisasi bangunan (tanpa ekspresi) lama-lama orang mulai bosan dan jenuh terhadap tampilan bangunan Arsitektur Modern.

Puncak kegagalan Arsitektur Modern adalah ketika bangunan Pruitt-Igoe , St. Louis yang demikian terkenal yang dibangun oleh Yamasaki disambut sebagai karya cemerlang pada cakrawala kota , harapan baru bagi kaum miskin didinamit 15 tahun kemudian hingga rata dengan tanah oleh para sponsornya sebagai pengakuan atas kegagalannya yang membawa malapetaka . Alih-alih 43 gedung apartemen ini menjadi model perumahan yang nyaman dengan uang sewa murah, proyek ini menjadi sarang penjahat dan perusuh . Apartemen yang direncanakan sebagai tempat berlindung yang nyaman dan aman bagi kaum miskin menjadi pangkalan yang penuh teror diatas tanah tak bertuan ,dan halaman rumput yang direncanakan sebagai tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak ternyata berserakkan sampah, kaleng bir dan kotoran manusia . Pruitt-Igoe harus dibongkar karena perencanaannya tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat penggunanya . Desain arsitekturnya telah membuat apartemen ini menjadi seperti penjara . Lift hanya berhenti pada setiap 3 lantai ,sehingga terciptalah perangkap pada lantai-lantai diantaranya ,sehingga perampok,pemerkosa dapat memanfaatkan ujung tangga dan ruangan tangga yang gelap untuk melakukan perbuatan kriminalnya .

Seinajoki Town Hall. Alvar Aalto

Untuk memanfaatkan situasi yang kacau ini maka seorang sejarahwan bernama Charles James mengarang cerita bahwa pada tanggal 5 Juli 1932 jam 15:32 Arsitektur Modern mati . Pada pertengahan tahun 1972 Arsitektur Modern runtuh karena banyak sekali kegagalannya dan orang mulai mencari kekosongan pada Arsitektur Modern dengan munculnya Arsitektur Late Modern dan bersamaan dengan itu timbul juga Arsitektur Post Modern .

Apartements. Ludwig Mies van Der Rohe

1.5. LAHIRNYA ARSITEKTUR POST-MODERN

Arsitektur Post Modern lahir karena beberapa hal antara lain Arsitektur Modern dipermalukan karena tidak begitu menghargai sejarah ,kemudian terjadinya Gerakan Internasional Mahasiswa di berbagai negara dengan tujuan secara umum yang sama yaitu menuntut kebebasan karena sebelum masa pemberontakan tersebut pada umumnya pusat-pusat intelektual /sekolah-sekolah secara politik dikuasai pemerintah sehingga melalui gerakan mahasiswa ini kemandirian mahasiswa dihargai. Kemudian tumbuhnya peristiwa kebudayaan dalam gaya hidup dan munculnya demonstrasi orang tua yang menurut mereka orang-orang modern bisanya cuma merusak bukan memelihara .

Aliran Late Modern itu sendiri merupakan aliran Modern karena pada dasarnya hanya mengolah segi bahan , tampak dan struktur bangunan,sedangkan Post Modern sautu mutasi karena mencoba memasukkan kembali nilai-nilai sejarah dan tradisional dalam arsitektur ,suatu hal yang sebelumnya sangat ditentang Modernisme.

Post Modern timbul pada saat aliran Modern sudah mencapai klimaks pertumbuhannya dan sebagai suatu aliran baru yang merupakan perubahan dramatis arsitektur Modern dan Internasional Style .

Reaksi lain yang timbul adalah slogan ‘ Less is More ‘ diubah menjadi ‘ Less is Bore ‘ oleh Venturi . Istilah Post Modern pertama kali oleh Arnold Toynbee, tetapi bukan dalam konteks Arsitektur . Kemudian dipindahkan dalam konteks Arsitektur oleh Arsitek Joseph Hudnut pada tahun 1949 dan kemudian Geoffrey Barraclouyh ( sesudah Toynbee ) yaitu untuk menggambarkan suatu jaman yang penuh dengan keanekaragaman dalam peradaban yang saling berdampingan satu dengan yang lainnya .

New National Gallery, Ludwig Mies Van Der Rohe

Teori Arsitektur Modern berpusat pada Theorizing A New Agenda for Architecture ( Kate Nesbitt, 1996 ) dan The Theory of Architecture ( Paul Allan Johnson, 1992 ) . Sedangkan perkembangan Arsitektur Post Modern berpusat pada The History of Post Modern Architecture ( Heinrich Klotz, 1984 ) dan The 2 Faces of Post Modern ( AD Profile 74, 1988 ) .

Beberapa pandangan yang mendasari arsitektur Post Modern adalah bahwa Arsitektur Post Modern merupakan penolakan , penyempurnaan , dan koreksi terhadap kesalahan yang telah terjadi pada Arsitektur Modern .

Menurut Curtis ,tradisionalisme timbul sebagai reaksi terhadap tidak adanya kesinambungan antara yang lama dan yang baru ( 1975 ), sedangkan regionalisme merupakan peleburan dan penyatuan antara yang lama dan yang baru (1985) .

Sedangkan menurut Charles Jencks , Post Modern berusaha menghadirkan yang lama dalam bentuk universal ( 1972 ) . Menurutnya arsitektur identik dengan bahasa yang terdiri dari kata-kata, maka arsitektur dengan elemen- elemen dinding, kolom,jendela, atap, dan lain-lain . Oleh karena itu arsitektur harus komunikatif . Elemen-elemen yang menyebabkan bangunan bersifat komunikatif adalah :

a. Sintaks , berarti cara/teknik penyusunan kata-kata hingga bermakna dalam semiologi . Demikian juga dalam arsitektur ,penyusunan komponen bangunan secara tepat akan menghasilkan penampilan visual yang bermakna .

b. Sematik, dalam semiologi elemen ini menentukan gambaran keseluruhan yang tercipta dalam ingatan seseorang manakala mendengar serangkaian kata atau kalimat yang diucapkan oleh orang lain. Mengikuti pandangan tersebut, Jencks berpendapat bahwa sejak dulu masyarakat sudah mempunyai prototype bangunan yang berkaitan dengan penggunaannya .

c. Metaphor, dalam semiologi berarti suatu kiasan yang dihasilkan setelah kata-kata dirangkaikan. Dalam Arsitektur mengambil bentuk-bentuk alam yang fungsional dan mempunyai tanda-tanda atau simbol-simbol tertentu . Berdasarkan analogi itu ,Jencks menguraikan perkembangan Arsitektur yang menyimpang dari arus utama fungsionalisme . Ada 6 prinsip yang diajukan oleh Jencks yaitu :

v Historicism , merupakan aliran yang paling awal munculnya . Penganut aliran ini ingin tetap menampilkan komponen-komponen bangunan yang berasal dari komponen-komponen klasik, misalnya bentuk kayu diganti dengan bahan beton tetapi tetap diberi ornamen-ornamen. Produk aliran ini paling berhasil terdapat di Jepang dan Itali.

v Straight Revivalism, pengikut aliran ini sulit menghilangkan langgam- langgam yang sudah mendarah daging di masyarakat ,misalnya Rennaisance, Gothic, Roman, Islamic . Produk-produk aliran ini memiliki tingkat yang tinggi.

v Neo Vernacular , produk-produk pada bangunan ini tidak murni menerapkan prinsip-prinsip bangunan vernacular ,melainkan menampilkan karya baru ( mengutamakan penampilan visualnya ) .

v Urbanist , mempunyai 2 ciri khusus yaitu :

Ø Ad – Hoc, penambahan komponen-komponen baru pada suatu perancangan yang sedang dalam proses pengembangannya tanpa memikirkan posisi dan lokasi yang tepat .

Ø Kontekstual , berusaha melayani aspirasi ideal masyarakat , desainnya mengikuti lingkungan sekitar .

v Metaphor / Metaphisics , desainnya mengambil bentuk-bentuk alam yang fungsional dan mempunyai tanda atau simbol tertentu. Untuk itu pilihan mereka umumnya berupa referensi yang tersamar sehingga tidak terlihat kejanggalannya .

v Post Modern Space ,difokuskan pada rancangan spatial interpenetration, dimana dua atau lebih ruang yang berlainan dapat digabung secara overlap dan saling bertemu sehingga menghasilkan aliran ruang yang menerus . Pendukung aliran ini mencoba untuk mnedefinisikan ruang lebih dari sekedar ruang abstrak dan menghasilkan arti ganda , keanekaragaman dan kejutan .

Sedangkan menurut Robert A.M. Stern , aliran Arsitektur Modern telah kehilangan beberapa makna yang disebabkan oleh ikatan antara kemajuan teknologi tinggi dengan arsitektur . Makna yang terkandung dalam Arsitektur Post Modern menurut Stern yaitu :

a. Kontekstualisme , desain bangunan dibuat sesuai dengan desain bangunan di lingkungan sekitarnya, misalnya dalam bentuk warna, ukuran .

b. Allusionisme , desain arsitektural yang memasukkan nilai-nilai sejarah arsitekturnya . Contoh : sejarah bangunan lama dilibatkan untuk desain bangunan yang baru .

Menurut Karl Frederich Schinkel , setiap tatanan memberikan kesempatan pada para aktor / individual untuk berekspresi . Intinya memberi kesempatan untuk berekspresi secara bebas setelah terkungkung oleh Arsitektur Modern yang hanya menekankan pada fungsi-fungsi dan tidak memberi kesempatan untuk berekspresi dengan unsur-unsur atau nilai-nilai yang ada dibebaskan dari kekakuan arsitektur modern .

Menurut Venturi , estetika Arsitektur Modern berbeda dengan estetika Arsitektur Post Modern dimana estetika Arsitektur Modern lebih menekankan pada struktur, keseimbangan, irama, skala, titik berat, dan proporsi . Robert Venturi melawan Arsitektur Modern yang berslogan ‘ Less is more ‘, realistis, fungsional dengan mengatakan bahwa ‘ Less is bore ‘ karena arsitektur harus mampu mewadahi kompleksitas dan kontradiksi . Arsitektur itu kompleks ( tidak hanya melulu fungsional ,tetapi juga memperhatikan elemen-elemen Vitruvius yaitu utilitas, firmitas , dan venusitas . Venturi juga menyukai sesuatu yang konvensional ( nilai-nilai sejarah ). Ia lebih memilih ‘ both-and ‘ yang berarti keduanya ( tidak dibuang begitu saja tetapi diambil yang baik-baik saja lalu dijalankan bersama-sama dengan masa kini ) daripada ‘ either-or ‘ yang berarti membuang salah satu dan memilih yang lain . Venturi menyerang Mies Van Der Rohe dengan ‘ simplifikasinya ‘ . Argumentasinya tidak hanya terfokus pada masa lalu tetapi ada nilai-nilai masa kini . Nilai estetika Post Modern menurut Venturi tergantung dari tema individu perancang . Kita harus menilai estetikanya dengan menelusuri tema/cerita dari si perancang itu. Jangan menilai dari pendekatan arsitektur modern ( titik berat, keseimbangan , dan sebagainya ) . Kalau seperti novel jaman ,kita bisa mulai membaca dari mana saja begitu pula dengan Post Modern ,aktor-aktor juga berperan penting dalam setiap tahapan dimana dalam berarsitektur dimasukkan/dianalogikan ke dalam bentuk dengan karakter-karakter tersebut . Ini lebih kelihatan jelas pada penataan banyak massa ,bukan single building . Ciri khas Arsitektur Post Modern menurut Venturi :

1. Elemen arsitektur dapat mengkontradiksi satu dengan lainnya, misalnya : kontradiksi antar daerah bangunan yang rumit dan tampak yang sederhana .

2. Menggunakan kompleksitas dan kontradiksi secara bersamaan , digunakan bentuk yang kompiris dan sederhana .

Sedangkan Aldo Rossi menekankan bentuk-bentuk geometri dengan memanfaatkan bayangan sebagai pembantu untuk menunjukkan kesan monumental ( monumen in segrate ) . Bayangan ini digunakan untuk menghindari kesan monoton . Tipologi digunakan sebagai simbol dari kesan monumental bangunan dimana Rossi mengutamakan peleburan nilai-nilai kemanusiaan dan fisik serta melalui penggunaan imajinasi ke dalam bentuk . Teknik Rossi dengan menggabungkan bentuk yang sudah ada ( Eropa dan Amerika ) dan dilebur dalam satu bentuk baru . Ciri khas bangunan Rossi adalah bentuk yang monumental dimana menuntut sesuatu yang sederhana sehingga bentuknya geometris dan mempertimbangkan bangunannya terhadap arsitektur kota secara keseluruhan. Menurut Rossi arsitektur modern lebih condong ke fungsi fisik,padahal fungsi juga harus ditinjau dari fungsi psikis. Rossi juga ingin menunjukkan bahwa fungsi itu kontekstual ,fungsi bisa berubah bila waktunya beda .

ARSITEKTUR POSMODERN SEBAGAI KOREKSI ARSITEKTUR MODERN 28 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment

Arsitektur merupakan karya seni yang perkembangannya sejalan dengan perkembangan manusia itu sendiri. Sebut saja sejak zaman Yunani-Romawi sampai zaman sekarang ini, dapat kita lihat perubahannya. Sebuah kasus dapat kita kritisi pada saat munculnya arsitektur modern. Banyak faktor yang memicu kehadiran arsitektur modern pada saat itu. Antara lain; Pasca perang dunia II yang telah mengakibatkan kehancuran bangunan kota, yang harus dibangun kembali dalam tempo yang relative singkat dan efisien; Adanya revolusi industri yang menciptakan industri bahan bangunan serta didukung juga dengan penemuan-penemuan material bangunan seperti bahan beton, baja, kaca dan juga lift.

Pada masa pasca perang dunia II ini, bangunan yang lebih berorientasi fungsional berdiri bagaikan jamur dimusim hujan. Ornament yang banyak ditemui pada arsitektur bangunan klasik tidak lagi dipakai. Untuk itu ada anggapan bahwa arsitektur modern tidak akan eksis untuk jangka waktu lama mengingat terdapat kelemahan-kelemahan pada arsitektur modern, seperti; dianggap kaku dan tidak manusiawi; hilangnya proses desain atau proses seni karena tuntutan produksi sehingga mengesampingkan proses kreativitas; tidak mempunyai nilai tradisional daerah; dan dianggap identik dengan kapitalisme.

Arsitektur moderen dibagi dalam 3 masa yaitu:

- Moderen mula (1890 – 1910)

- Moderen puncak ( 1920 – 1950)

- Moderen akhir (1950 – 1960)

Pada masa moderen akhir yaitu pada pertengahan 1960 teori tentang arsitektur baru yang akan menggantikan arsitektur moderen sebenarnya sudah ada. Teori tersebut antara lain dari Robert Venturi dengan bukunya “Complexcity and Contradiction in Architecture” dan dari Aldo Rossi dengan bukunya “ the Architecture of the City”. Oleh karena arsitektur moderen sudah selesai, muncullah arsitektur baru yang dinamakan arsitektur post-moderen. Munculnya arsitektur post-moderen diharapkan dapat menjawab kritikan-kritikan terhadap arsitektur moderen. Dalam karya arsitektur post-moderen antara seni dan ilmu menjadi satu lagi. Arsitektur post-moderen adalah proses komunikasi atau bahasa ,mempunyai makna yang dapat “ menyentuh” kembali sisi manusiawi sebab manusia bukan mesin.

Perbandingan Ciri-ciri antara Arsitektur Moderen dan Post-Moderen
Ideologi
Moderen
* Satu gaya internasional
* Berupa khayalan ,idealis
* Fungsional
* Arsitek sebagai nabi
* Elitis untuk setiap manusia
* Zeitgeit
* Bersifat menyeluruh, luas

Post-moderen

* Gaya dengan dua makna
* Bentuk semiotic
* Tradisi dan pilihan
* Arsitek sebagai wakil dan aktifis
* Elitis dan partisipatif
* Ornamen, klien
* Sifat berbeda-beda

.
Stylistic

Moderen

* Bersifat lurus ke depan
* Sederhana
* Bentuk abstrak
* Mempertahankan kemurnian
* Estetika mesin, logika, sirkulasi, teknologi, mekanikal
* Anti ornamen
* Anti historis
* Anti humor
* Anti simbol

Post-moderen

* Ekspresi campuran
* Kerumitan
* Ruang yang berubah-ubah dan dengan kejutan
* Konvensional dan bentuk abstrak
* Artikulasi semiotic
* Bermacam-macam estetika yang berubah berdasarkan keadaan, pengungkapan isi Pro organik, pemakaian ornamen
* Pro metaphor
* Pro simbol
* Pro referensi historis

.
Ide desain

Moderen

* Kota di taman
* Pemisahan fungsi
* “Kulit dan tulang”
* Volume bukan massa
* Papan, ujung balok
* Transparan

Post-moderen

* Keadaan kota dan perbaikan
* Pencampuran fungsi
* Arti yang langsung dimengerti
* Ruang tidak simetris dan perluasan
* Street building
* Kedwiartian
* Cenderung asimetri /simetri

Berdasarkan perbandingan ciri-ciri tersebut dapat terlihat kelemahan-kelemahan arsitektur moderen yang nantinya dilengkapi oleh keberadaan arsitektur post-moderen.

Charles A.Jencks seorang tokoh arsitektur post-moderen berpendapat bahwa arsitektur identik dengan bahasa. Bahasa terdiri dari kata-kata seperti halnya arsitektur terdiri dari unsur-unsur atap, dinding, kolom, dan lain-lain. Oleh karenanya, arsitektur harus komunikatif. Unsur-unsur komunikatif pada bangunan yaitu:

- Sintak

Sintak berarti cara /teknik penyusunan kata-kata hingga bermakna. Begitu pula arsitektur, penyusunan komponen-komponennya dengan tepat akan menghasilkan karya yang memiliki makna.

- Sematik

Sematik yaitu menentukan gambaran keseluruhan yang tercipta dalam ingatan seseorang saat mendengar rangkaian serangkaian kata atau kalimat yang diucapkan orang lain. Jencks berpendapat sejak dulu masyarakat sudah mempunyai prototype bangunan yang berkaitan dengan penggunaannya.

- Methapor

Methapor ialah suatu kiasan yang dihasilkan setelah kata-kata dirangkaikan. Dalam arsitektur dapat dijumpai bentuk-bentuk alam yang fungsional diambil sabagai tanda atau simbol tertentu.

Arsitektur sebagai bahasa dengan tujuan kemanusiaan terpenuhi dalam arsitek post-moderen. Arsitektur post-moderen harus hadir karena arsitektur post-moderen adalah wujud penjelajahan desain yang dibekali kepekaan tinggi terhadap situasi, kondisi masyarakat dan lingkungan. (DNL; Dari berbagai sumber)

Menampilkan Rangka Atap pada Archicad 9 19 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment

archicad-tutorial


1. Buat sebuah objek dinding, lihat gambar, setelah langkah 1, 2, 3, klik titik A , klik titik B

archicad-tutorial

2. Buat Objek Atap, lihat gambar, ikuti langkah 1, 2 lalu klik A, B, C, D, A lalu OK saja

archicad-tutorial

3. Buat Layer Baru, tekan Ctrl L, akan tampil tampilan seperti dibawah ini

archicad-tutorial

4. Pilih Menu Extras dan seterusnya ikuti langkah (lihat gambar)

archicad-tutorial

5. Akan tampil tampilan dibawah ini, lalu ganti menjadi layer rangka atap

archicad-tutorial

6.Sembunyikan Layer Roof, ini berfungsi agar rangka atapnya kelihatan

archicad-tutorial

7.lalu tekan Ctrl+3 untuk menampilkan dalam 3Dimensi

Desain Rumah 2 Lantai Dengan Sketch up Diatas Lahan Yang kecil 19 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment


Desain-Rumah-Dengan-Sketch-up

(klik pada gambar untuk memperbesar)

Untuk postigan kali ini, tak posting sebuah desain rumah dari rumah salah satu klienku dijakarta (sek2 jakarta po bekasi yo, aku lali, maklum wis tuo he3x, lawong cuma lewat telepon dan email, belum ketemu sama orangnya) dengan luas lahan 10 x 12 meter = 120 m2, dan Berikut ini adalah keadaan dan situasi rumah tersebut yang di kisahkan oleh sek duwe omah, ciye…, he3x:

  1. rumah saya menghadap ke barat
  2. kiri dan kanan ada rumah tetangga
  3. belakang rumah pun ada bangunan rumah tetangga
  4. di lantai bawah saya ingin ada
    • teras depan
    • garasi
    • ruang tamu
    • musholla
    • dapur
    • teras belakang
    • tangga
    • kamar mandi (dibelakang)
    • satu kamar utama (4 x 4 meter persegi dengan kamar mandi utama)
    • ruang keluarga
    • ruang makan
    • gudang (jika memungkinkan, jika tidak bisa dapat ditempatkan dilantai atas)

Adapun di lantai atas yang saya inginkan adalah :

  • kamar tidur untuk tamu
  • kamar tidur anak (3-4 kamar)
  • ruang keluarga
  • ruang kerja / ruang pustaka
  • tempat jemuran/setrika

demikian yang dapat saya sampaikan, saya sangat mengharapkan sekali bantuan maz arga dalam hal ini.

Setelah membaca keadaan dan situasi rumah tersebut, dalam waktu singkat tim polres berhasil menangkap mengepung rumah tersebut, (walah, ngomong opo koe, mas2) , maksudku langsung tak garap gitu loh.. he3x.. ah, mosok sampeyan ra ngerti maksud diriku..he3x (wis2, gojeknya uwis mas.., serius ki..)

Rumah diatas tak desain dengan menggunakan program sketch up, ngerti skect up ora koe? (ra ngerti mas…, waduh, hari gini ra ngerti, capek deh…!!!) nek koe bukan wong sipil karo arsitek dapat dimaklumi nek ra ngerti sketch up, tapi nek ra ngerti (capek deh.., he3x).

Program ini biasa di gunakan oleh orang yang bekerja di majalah-majalah arsitektur untuk gambar pemodelan tampak perpektif contone seperti majalah idea (Wah seneng ki majalahe tak sebut2, he3x, bojoku biyen wis tau ngelamar gawean neng kono, he3x, tapi terlambat wis tak lamar disek,he3x), karena selain mudah pengoperasiannya juga gratis meneh programe, pengen download?.. lihat artikel sebelumnya, he3x…

Gambar Denah 3D Sketch Up Rumah Mungil 19 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment


Gambar-Denah-3D-Sketc-Up
Gambar-Denah-3D-Sketc-UpSetelah kita kemarin melihat desain eksterior rumah mungil ini, sekarang kita lihat bagian dalamnya.., gimana? wis puas? luar dalam delok semua… he3x..

aAUTO CAD jangan Takut belajar sendiri 2 17 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
2 comments

Di zaman sekarang yang serba edan tututan untuk dapat mengetahui cara menguasai berbagai software (soft skill) sudah tidak asing lagi di dunia gambar kerja para engineer. Apalagi bagi para insinyur/engineer sipil maupun arsitektur yang akan kerepotan jika melakukan pekerjaan terus menerus secara manual perlu panduan penggunaan autocad. Software seperti AutoCAD muncul sebagai salah satu solusi terbaik yang ditawarkan. Misalnya jika ingin membuat gambar rumah sederhana ataupun pictures terhadap komponen mesin/konstruksi/DAm atau benda lainnya dalam 2 dimensi atau 3 dimensi secara spesifik, AutoCAD dapat menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi masalah anda tersebut. Dalam artikel ini diberikan sedikit tips dan contoh bin sample penggunaan AutoCAD untuk Anda yang berminat untuk mempelajari AutoCAD sendiri secara cepat.

Berikut ini beberapa hal dasar dalam pengerjaan aoutocad dan langkah-langkah dan tips tentang cad serta cara mudah belajar autocad sendiri yang perlu Anda lakukan saat Anda mempelajari dan menggunakan AutoCAD sendiri tanpa bantuan guru.

Usahakan untuk Pahami Alur Kerja AutoCAD

Banyak sekali buku yang mengajarkan kepada Anda menggunakan tools autocad secara detail. Klik line, klik di sini, ketikan koordinat ini, titik-hole-bla Begitu pula jika Anda diminta membuat circle, membuat rectangle, dan lainnya, tetapi beberapa saat setelahnya begitu anda mencobanya kembali, Anda sudah lupa tutorial autocad yang diajarkan . Hal ini memang wajar, karena tidak mudah dan tidak gampang menghapal atau mengingat banyak tool tentang cad dan langkah pengerjaan CAD yang mudah. Kesulitan tadi bisa diatasi, dengan menggunakan command line yang ada di AutoCAD, Anda tidak perlu menghafal tetapi cukup mengikuti perintah pada command line, dan Anda pun dapat mengggali lebih jauh berbagai macam tools autocad yang ada. Berikut adalah command line yang ada pada AutoCAD.

Fungsi command line adalah memberikan panduan seperti halnya rambu di jalan raya agar Anda tidak tersesat. Cara menggunakan command line autocad, pertama Anda pilih tool yang ingin Anda gunakan, kemudian perhatikan command line untuk mengetahui apa yang perlu anda lakukan selanjutnya. Jika command line meminta base point, maka berikan titik acuan. Jika diminta select object, maka pilihlah objek. Sederhana saja bukan? Anda cukup mengikuti petunjuk pada command line, dan memilih hasil seperti apa yang anda inginkan. Semakin kompleks objek yang ingin anda buat, maka semakin banyak pilihan yang anda temui di command line option.

selanjutnya adalah contoh penggunaan command line pada autocad untuk membuat rectangle atau kotak pada autocad. Untuk membuat rectangle, Anda bisa mengklik tool rectangle autocad atau mengetikkan perintah rec, rectang, atau rectangle, maka pada commad line akan muncul tulisan seperti di bawah ini.

Command: rec
RECTANG
Specify first corner point or [Chamfer/Elevation/Fillet/Thickness/Width]:

Seperti yang Anda lihat, diberikan 5 jenis pilihan/option, selain memberikan titik acuan menggunakan rectangle autocad. Jadi, contohnya Anda ingin agar sudutnya berupa lengkungan maka Anda dapat memilih fillet dengan mengetik huruf f. Jika Anda mengetik f maka akan ada perintah untuk memasukkan berapa radius lengkungannya. Specify fillet radius for rectangles <0.0000>: 15

Kemudian anda tentukan titik awal dan akhir kotaknya, maka akan terbentuk kotak yang sudutnya berupa lengkungan. Jika Anda mengetik rectangle lagi maka nilai radius yang Anda masukkan sebelumnya akan muncul lagi. Jika Anda ingin membuat tanpa lengkungan maka Anda tinggal menulis 0 (nol) untuk radiusnya.

auto cad jangan takut belajar sendiri 17 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment

Masa sekarang tututan untuk dapat menguasai berbagai software sudah tidak asing lagi. Apalagi bagi para engineer yang akan kerepotan jika melakukan pekerjaan terus menerus secara manual. Software seperti AutoCAD muncul sebagai salah solusi yang ditawarkan. Misalnya untuk membuat gambar komponen mesin atau benda lainnya dalam 2 atau 3 dimensi secara spesifik, AutoCAD bisa menjadi pilihan untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam artikel ini diberikan sedikit tips dan contoh penggunaan AutoCAD bagi Anda yang berminat untuk mempelajari AutoCAD sendiri.

Berikut ini beberapa hal dasar dan tips yang perlu Anda perhatikan ketika Anda mempelajari dan menggunakan AutoCAD sendiri.

  1. Pahami Alur Kerja AutoCAD Banyak buku yang mengajarkan Anda menggunakan tools terlalu detail. Klik line, klik di sini, ketikan koordinat ini, bla…bla..bla… Begitu pula jika Anda diminta membuat circle, rectangle, dan lainnya, tetapi beberapa saat setelahnya begitu anda mencobanya kembali, Anda sudah lupa. Hal ini memang wajar, karena tidak mudah menghafalkan banyak tool dan langkah.Kesulitan tadi bisa diatasi. Dengan menggunakan command line yang ada di AutoCAD, Anda tidak perlu menghafal tetapi cukup mengikuti perintah pada command line, dan Anda pun dapat mengggali lebih jauh tools yang ada. Berikut adalah command line yang ada pada AutoCAD.

    Fungsi commad line adalah memberikan panduan seperti halnya rambu di jalan raya agar Anda tidak tersesat. Cara menggunakan command line, pertama Anda pilih tool yang ingin Anda gunakan, kemudian perhatikan command line untuk mengetahui apa yang perlu anda lakukan selanjutnya. Jika command line meminta base point, maka berikan titik acuan. Jika diminta select object, maka pilihlah objek. Sederhana saja bukan? Anda cukup mengikuti petunjuk pada command line, dan memilih hasil seperti apa yang anda inginkan. Semakin kompleks yang ingin anda buat, maka semakin banyak pilihan yang anda temui di command line.

    Berikut adalah contoh penggunaan command line untuk membuat rectangle atau kotak.
    Untuk membuat rectangle, Anda bisa mengklik tool rectangle atau mengetikkan perintah rec, rectang, atau rectangle, maka pada commad line akan muncul tulisan seperti di bawah ini.

    Command: rec
    RECTANG
    Specify first corner point or [Chamfer/Elevation/Fillet/Thickness/Width]:

    Seperti yang Anda lihat, diberikan 5 buah pilihan lain selain memberikan titik acuan rectangle. Jadi, misalnya Anda ingin agar sudutnya  berupa lengkungan maka Anda dapat memilih fillet dengan mengetik f.

    Jika Anda mengetik f maka akan ada perintah untuk memasukkan berapa radius lengkungannya.
    Specify fillet radius for rectangles <0.0000>: 15

    Kemudian anda tentukan titik awal dan akhir kotaknya, maka akan terbentuk kotak yang sudutnya berupa lengkungan. Jika Anda mengetik rectangle lagi maka nilai radius yang Anda masukkan sebelumnya akan muncul lagi. Jika Anda ingin membuat tanpa lengkungan maka Anda tinggal menulis 0 (nol) untuk radiusnya.

  2. Optimalkan Penggunakan Help File [F1] Help file adalah teman baik saat Anda mengalami kesulitan. Meskipun banyak forum dan situs yang dapat dijadikan referensi, tetapi help file selalu ada untuk membantu walaupun Anda tidak terhubung dengan internet. Jangan sampai karena help file berbahasa Inggris lantas anda malas membacanya.

    Sedikit tips dalam menggunakan help file di AutoCAD. Banyak orang mengakses help file dari AutoCAD, kemudian mencari topik yang diinginkan dengan search. Cara ini memang tidak salah, tetapi ada cara yang lebih praktis. Misal Anda ingin mengetahui apakah tool array itu. Anda aktifkan tool array dengan mengklik tool array atau menuliskannya pada command line, kemudian Anda tinggal menekan [F1], maka help file AutoCAD akan menampilkan penjelasan tentang array tersebut. Hal yang sama dapat digunakan untuk tool lainnya. Mudah kan?

  3. Jangan Terpaku Dengan Yang Diajarkan Teman atau Buku Banyak jalan menuju Roma. Begitu juga banyak cara untuk membuat suatu objek. Jangan terpaku dengan cara dari buku atau teman Anda. Mungkin saja dengan anda mengeksplorasi sendiri tool-tool yang ada, Anda akan menemukan langkah yang lebih optimal dibanding cara yang ditawarkan buku atau teman anda.

    Selain mengeksplorasi tool yang ada, Anda juga dapat mencari pelajaran yang Anda inginkan dengan menjelajah ke dunia maya. Anda bisa membuka google misalnya, mencari situs yang menawarkan tutorial. Beberapa situs yang penulis ketahui memberikan pengajaran atau tutorial adalah www.tentangcad.com, www.dailyautocad.com, dan www.ilmugrafis.com . selamat bereksplorasi!

Sumber : www.wikipedia.com, www.dailyautocad.com

Arsitektur dekonstruksi 16 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment

econstructivism, atau deconstructivist architecture atau yang lazim disebut dekonstruksi hadir pada tahun 1970an melengkapi berbagai langgam arsitektur yang masuk dalam postmodernism atau langgam post-modern.

Arsitektur dekonstruksi merupakan suatu pendekatan desain bangunan yang merupakan usaha-usaha percobaan untuk melihat arsitektur dari sisi yang lain

Arsitektur dekonstruksi juga telah menggariskan beberapa prinsip penting mengenai arsitektur:

  1. Tidak ada yang absolut dalam arsitektur, sehingga tidak ada satu langgam yang dianggap terbaik sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
  1. Tidak ada pen’dewa’an tokoh dalam arsitektur sehingga tidak timbul kecenderungan pengulangan ciri antara arsitek satu dan yang lain hanya karena arsitek yang satu dianggap dewa yang segala macam karyanya harus ditiru.
  1. Dominasi pandangan dan nilai absolut dalam arsitektur harus diakhiri, sehingga perkembangan arsitektur selanjutnya harus mengarah kepada keragaman pandangan dan tata nilai.
  1. Pengutamaan indera pengelihatan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu karya dalam arsitektur harus diakhiri. Potensi indera lain harus dapat dimanfaatkan pula secara seimbang.

Dekonstruksi dalam desain

Arsitktur modern seringkali menyebut dirinya sebagai arsitektur yang paling rasional, arsitektur yang paling memiliki teknologi tinggi, dan arsitektur yang memiliki sistem fungional yang sempurna sehingga pada waktu itu tidak ada alternatif pemikiran lain di dalam arsitektur selain ‘berpikir monoton’ seperti halnya paham fungsional yang dimiliki oleh arsitektur modern.

Pengaruh dari suatu fenomena dari fungsi-fungsi yang dijanjikan dapat dirasakan pada bentukan yang terjadi, sehingga menghasilkan bentukan-bentukan yang tidak berkembang, seperti desain yang penuh dengan ‘kotak-kotak’ sederhana.

Makin lama keadaan ini menimbulkan kejenuhan, sehingga mulai timbul konflik penyangkalan dan usaha-usaha untuk keluar dari ‘jalur’ yang ada.

Dekonstruksi merupakan salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan dari permasalahan-permasalahan yang timbul dari kejenuhan akan arsitektur modern.

Sehingga dapat dihasilkan pemahaman dan perspektif baru tentang arsitektur.

Pada arsitektur dekonstruksi yang ditonjolkan adalah geometri 3-D bukan dari hasil proyeksi 2-D sehingga muncul kesan miring dan semrawut yang menunjuk kepada kejujuran yang sejujur-jujurnya.

Penggunakan warna sebagai aksen juga ditonjolkan dalam komposisi arsitektur dekonstruksi sedangkan penggunaan tekstur kurang berperan.

Bangunan yang menggunakan langgam arsitektur dekonstruksi memiliki tampilan yang terkesan ‘tidak masuk akal’, dan memiliki bentukan abstrak yang kontras melalui permainan bidang dan garis yang simpang siur.

Pada arsitektur dekonstruksi yang dikomunikasikan adalah

a. unsur-unsur yang paling mendasar, essensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.

b. Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.

Arsitektur dekonstruksi tidak mengikatkan diri kedalam salah satu dimensi Waktu (Timelessness). Pandangan seperti ini mengakibatkan timbulnya pandangan terhadap Dekonstruksi yang berbunyi “Ini merupakan kesombongan dekonstruksi.”

Pelaksana arsitektur dekonstruksi

Kejenuhan terhadap ke’monoton’an mampu mengusik beberapa arsitek . Sehingga beberapa arsitek mulai membuat karya mutakhir yang desebut arsitektur dekonstruksi. Seperti yang dilakukan Peter Eisenman dengan koleganya Richard Meier pada thun 1970an. Beberapa bangunanpun sudah dianggap menjadi icon dari arsitektur dekonstruksi.

Seiring perkembangan arsitektur dekonstruksi, makin berkembang pula arsitek-arsitek yang menghasilkan karya karya yang luar biasa.

Diantara dari mereka adalah Frank O. Gehry, Zaha Hadid, Morphosis, Bernard Tschumi, Daniel Libeskind, Michael Soekin, Coop Himmelbau, Gunter Behnisch, Lebbeus Woods, Kazuo Shinohara.

Arsitektur Dekonstruksi dalam bangunan

Beberapa karya besar dari arsitek-arsitek yang menjunjung langgam dekonstruksi dapat dilihat pada uraian berikut.

VILA OLIMPICA HOTEL ARTS

Arsitek : Frank O. Gehry

Lokasi : Barcelona, Spanyol

The Vila Olimpica Hotel Arts berlokasi di Olympic Village yang memiliki luas 150.000 square feet. Dengan waktu pelaksanaan yang cukup lama (1989-1992), bangunan ini menjadi sebuah karya yang unik.

Dengan menampilkan bentukan – bentukan trimatra , bangunan yang merupakan transformasi dari bentuk ikan yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi sepanjang 54 meter dengan ketinggian 35 meter. Dengan bentukan dan dimensi seperti ini, bangunan ini menjadi landmark bagi daerah sekitar.

Bangunan ini memamerkan penonjolan konstruksi yang mutakhir sebagai daya tarik yang menjadikan bangunan ini lebih hidup dan berirama. Pengkomunikasian antara hasil teknologi dan pemilihan bahan mampu berperan dalam meningkatkan elemen – elemen artistic dan estetik yang dominan pada bangunan ini.

Selain unsur –unsur yang lepas dari keteraturan, masih dapat kita amati bagian – bagian yang tak lepas dari ‘peninggalan’ pendahulunya, yaitu arsitektur modern. Hal ini nampak pada hadirnya unsur – unsur geometris yang terdapat pada sisi podium.

Sehingga dapat kita amati bagaimana arsitek melakukan perjalanan untuk menghasilkan karya, langkah – langkah apa yang menjadi pemikiran arsitek sebelum masuk kedalam dekonstruksi.

  • DENVER ART MUSEUM

Arsitek : Daniel Libeskind

Lokasi : Denver, Colorado – USA

Bangunan ini didirikan diatas lahan seluas 146.000 square feet dan menjadi bangunan yang memiliki konstruksi paling unik bagi lingkungan sekitarnya.

Hal yang pertama kali nampak pada bangunan ini adalah proyeksi trimatra yang nampak kontras namun menjadikan bangunan ini lebih berirama.

Bentukan yang penuh dengan bidang mencuat yang dikantilever menjadi daya tarik utama dari bangunan ini. Penggunaan metal, kaca, titanium dan batu-batu alam dianggap menambah sifat artistic dari bangunan ini.

Untuk dapat menghasilkan bentukan seperti ini tentunya juga mengandalkan kemampuan teknologi dan pemilihan bahan yang tepat dan memiliki spesifikasi yang tepat dan tentunya berkualitas tinggi.

Bangunan ini lebih cenderung mencerminkan ‘massa’ daripada ‘ruang’ yang ada didalamnya.

Sehingga eksprisi sang arsitek dapat dituangkan secara lugas tanpa ada batasan apapun.

  • VITRA INTERNATIONAL HEADQUARTERS

Arsitek : Frank O. Gehry

Lokasi : Basel, Switzerland

Bangunan ini berlokasi didaerah sub-urban di luar kota Basel yang dipenuhi oleh bangunan industri seperti pabrik serta apartment yang diperuntukkan sebagai pelengkap daerah baru yang sedang berkembang.

Sebagai bangunan yang berlokasi di daerah yang sedang berkembang, maka diperlukan hal – hal yang mampu menjadi daya tarik bagi keperluan komersial bangunan itu sendiri, terlebih bangunan ini juga diperuntukkan sebagai bangunan industri.

Karenanya pada bangunan ini, unsur ‘ruang’ masih diperhatikan dalam penggarapan desainnya, sehingga muncul bentukan yang lebih ‘sederhana’ jika dibandingkan dengan contoh kasus pada Denver Art Museum pada pembahasan sebelumnya. Bangunan ini nampak memperatahankan bentukan geometrisnya .

Meskipun bentukan yang terjadi lebih sederhana, namun tidak mengurangi eksistensi bangunan sebagai bagian dari arsitektur dekonstruksi. Permainan bidang masih menjadi unsur penangkap bagi eksistensi tersebut .

Unsur penangkap lain dapat dihadirkan dari permainan penggunaan bahan pada fasade eksterior bangunan. Nampak penggunaan metal dan permainan warna menjadi daya tarik dari bangunan ini.

THE TOWER OF BIEL AND OPEN ARCHITECTURE:

The Power and The Freedom

Arsitek : Coop Himmelbau

Lokasi : Forum Arteplage Biel, Switzerland

Menara-menara ini merupakan simbolisasi dari kekuatan dan kebebasan, disusun perbagian hanya dalam jangka waktu sebulan.

Desain konsep berorientasi pada konstruksi urban yang memberi kesan ringan namun kokoh.

Buah karya Wolf D. Prix, Helmut Swiczinsky and partner ini dibuat untuk keperluan The 6th Swiss National Exhibition tanggal 15 May 2002 hingga 20 October 2002. Dengan bentukan seperti ini nampak jelas bahwa bangunan ini mampu menjadi landmark yang memancarkan power dan kebebasan penuh.

Dapat dilihat bahwa bangunan ini sangat berani dalam permainan olahan bentuk, baik permainan bidang, garis dan massa. Permainan sense indera yang tidak hanya terpaku pada segi visual juga berperan dalam peletakan massa dan penggabungan massa menjadi nilai tambah yang pantas diperhitungkan.

Merupakan proyeksi karya 3 dimensi yang murni, tidak tampak seperti hanya sebuah kotak persegi namun lebih terlihat hidup dan berirama.

Pendahuluan

Sejarah desain dalam arsitektur dapat dilihat sebagai perjalanan pergerakan waktu yang menarik dan memiliki pengaruh tersendiri pada masanya.

Pada dasarnya, setiap desain baru yang muncul berdasarkan akibat, perkembangan, penyangkalan maupun penolakan dari apa yang sudah desain yang sudah ada.

Munculnya desain-desain itu sering kali merupakan terobosan baru seorang arsitek yang mencoba ‘jalur lain’ yang merupakan jawaban atas keinginan untuk merealisasikan impian kreativitasnya.

Arsitektur dekonstruksi

Deconstructivism, atau deconstructivist architecture atau yang lazim disebut dekonstruksi hadir pada tahun 1970an melengkapi berbagai langgam arsitektur yang masuk dalam postmodernism atau langgam post-modern.

Arsitektur dekonstruksi merupakan suatu pendekatan desain bangunan yang merupakan usaha-usaha percobaan untuk melihat arsitektur dari sisi yang lain

Arsitektur dekonstruksi juga telah menggariskan beberapa prinsip penting mengenai arsitektur:

Tidak ada yang absolut dalam arsitektur, sehingga tidak ada satu langgam yang dianggap terbaik sehingga semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Tidak ada pen’dewa’an tokoh dalam arsitektur sehingga tidak timbul kecenderungan pengulangan ciri antara arsitek satu dan yang lain hanya karena arsitek yang satu dianggap dewa yang segala macam karyanya harus ditiru.

Dominasi pandangan dan nilai absolut dalam arsitektur harus diakhiri, sehingga perkembangan arsitektur selanjutnya harus mengarah kepada keragaman pandangan dan tata nilai.

Pengutamaan indera pengelihatan sebagai tolok ukur keberhasilan suatu karya dalam arsitektur harus diakhiri. Potensi indera lain harus dapat dimanfaatkan pula secara seimbang.


Dekonstruksi dalam desain

Arsitektur modern seringkali menyebut dirinya sebagai arsitektur yang paling rasional, arsitektur yang paling memiliki teknologi tinggi, dan arsitektur yang memiliki sistem fungional yang sempurna sehingga pada waktu itu tidak ada alternatif pemikiran lain di dalam arsitektur selain ‘berpikir monoton’ seperti halnya paham fungsional yang dimiliki oleh arsitektur modern.

Pengaruh dari suatu fenomena dari fungsi-fungsi yang dijanjikan dapat dirasakan pada bentukan yang terjadi, sehingga menghasilkan bentukan-bentukan yang tidak berkembang, seperti desain yang penuh dengan ‘kotak-kotak’ sederhana.

Makin lama keadaan ini menimbulkan kejenuhan, sehingga mulai timbul konflik penyangkalan dan usaha-usaha untuk keluar dari ‘jalur’ yang ada.

Dekonstruksi merupakan salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan dari permasalahan-permasalahan yang timbul dari kejenuhan akan arsitektur modern.

Sehingga dapat dihasilkan pemahaman dan perspektif baru tentang arsitektur.

Pada arsitektur dekonstruksi yang ditonjolkan adalah geometri 3-D bukan dari hasil proyeksi 2-D sehingga muncul kesan miring dan semrawut yang menunjuk kepada kejujuran yang sejujur-jujurnya.

Penggunakan warna sebagai aksen juga ditonjolkan dalam komposisi arsitektur dekonstruksi sedangkan penggunaan tekstur kurang berperan.

Bangunan yang menggunakan langgam arsitektur dekonstruksi memiliki tampilan yang terkesan ‘tidak masuk akal’, dan memiliki bentukan abstrak yang kontras melalui permainan bidang dan garis yang simpang siur.

Pada arsitektur dekonstruksi yang dikomunikasikan adalah

a. unsur-unsur yang paling mendasar, essensial, substansial yang dimiliki oleh arsitektur.

b. Kemampuan maksimal untuk berarsitektur dari elemen-elemen yang essensial maupun substansial.

Arsitektur dekonstruksi tidak mengikatkan diri kedalam salah satu dimensi Waktu (Timelessness). Pandangan seperti ini mengakibatkan timbulnya pandangan terhadap Dekonstruksi yang berbunyi “Ini merupakan kesombongan dekonstruksi.”

Pelaksana arsitektur dekonstruksi

Kejenuhan terhadap ke’monoton’an mampu mengusik beberapa arsitek . Sehingga beberapa arsitek mulai membuat karya mutakhir yang desebut arsitektur dekonstruksi. Seperti yang dilakukan Peter Eisenman dengan koleganya Richard Meier pada thun 1970an. Beberapa bangunanpun sudah dianggap menjadi icon dari arsitektur dekonstruksi.

Seiring perkembangan arsitektur dekonstruksi, makin berkembang pula arsitek-arsitek yang menghasilkan karya karya yang luar biasa.

Diantara dari mereka adalah Frank O. Gehry, Zaha Hadid, Morphosis, Bernard Tschumi, Daniel Libeskind, Michael Soekin, Coop Himmelbau, Gunter Behnisch, Lebbeus Woods, Kazuo Shinohara.

Arsitektur Dekonstruksi dalam bangunan

Beberapa karya besar dari arsitek-arsitek yang menjunjung langgam dekonstruksi dapat dilihat pada uraian berikut.

VILA OLIMPICA HOTEL ARTS

Arsitek : Frank O. Gehry

Lokasi : Barcelona, Spanyol

The Vila Olimpica Hotel Arts berlokasi di Olympic Village yang memiliki luas 150.000 square feet. Dengan waktu pelaksanaan yang cukup lama (1989-1992), bangunan ini menjadi sebuah karya yang unik.

Dengan menampilkan bentukan – bentukan trimatra , bangunan yang merupakan transformasi dari bentuk ikan yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi sepanjang 54 meter dengan ketinggian 35 meter. Dengan bentukan dan dimensi seperti ini, bangunan ini menjadi landmark bagi daerah sekitar.

Bangunan ini memamerkan penonjolan konstruksi yang mutakhir sebagai daya tarik yang menjadikan bangunan ini lebih hidup dan berirama. Pengkomunikasian antara hasil teknologi dan pemilihan bahan mampu berperan dalam meningkatkan elemen – elemen artistic dan estetik yang dominan pada bangunan ini.

Selain unsur –unsur yang lepas dari keteraturan, masih dapat kita amati bagian – bagian yang tak lepas dari ‘peninggalan’ pendahulunya, yaitu arsitektur modern. Hal ini nampak pada hadirnya unsur – unsur geometris yang terdapat pada sisi podium.

Sehingga dapat kita amati bagaimana arsitek melakukan perjalanan untuk menghasilkan karya, langkah – langkah apa yang menjadi pemikiran arsitek sebelum masuk kedalam dekonstruksi.


  • DENVER ART MUSEUM

Arsitek : Daniel Libeskind

Lokasi : Denver, Colorado – USA

Bangunan ini didirikan diatas lahan seluas 146.000 square feet dan menjadi bangunan yang memiliki konstruksi paling unik bagi lingkungan sekitarnya.

Hal yang pertama kali nampak pada bangunan ini adalah proyeksi trimatra yang nampak kontras namun menjadikan bangunan ini lebih berirama.

Bentukan yang penuh dengan bidang mencuat yang dikantilever menjadi daya tarik utama dari bangunan ini. Penggunaan metal, kaca, titanium dan batu-batu alam dianggap menambah sifat artistic dari bangunan ini.

Untuk dapat menghasilkan bentukan seperti ini tentunya juga mengandalkan kemampuan teknologi dan pemilihan bahan yang tepat dan memiliki spesifikasi yang tepat dan tentunya berkualitas tinggi.

Bangunan ini lebih cenderung mencerminkan ‘massa’ daripada ‘ruang’ yang ada didalamnya.

Sehingga eksprisi sang arsitek dapat dituangkan secara lugas tanpa ada batasan apapun.

  • VITRA INTERNATIONAL HEADQUARTERS

Arsitek : Frank O. Gehry

Lokasi : Basel, Switzerland

Bangunan ini berlokasi didaerah sub-urban di luar kota Basel yang dipenuhi oleh bangunan industri seperti pabrik serta apartment yang diperuntukkan sebagai pelengkap daerah baru yang sedang berkembang.

Sebagai bangunan yang berlokasi di daerah yang sedang berkembang, maka diperlukan hal – hal yang mampu menjadi daya tarik bagi keperluan komersial bangunan itu sendiri, terlebih bangunan ini juga diperuntukkan sebagai bangunan industri.

Karenanya pada bangunan ini, unsur ‘ruang’ masih diperhatikan dalam penggarapan desainnya, sehingga muncul bentukan yang lebih ‘sederhana’ jika dibandingkan dengan contoh kasus pada Denver Art Museum pada pembahasan sebelumnya. Bangunan ini nampak memperatahankan bentukan geometrisnya .

Meskipun bentukan yang terjadi lebih sederhana, namun tidak mengurangi eksistensi bangunan sebagai bagian dari arsitektur dekonstruksi. Permainan bidang masih menjadi unsur penangkap bagi eksistensi tersebut .

Unsur penangkap lain dapat dihadirkan dari permainan penggunaan bahan pada fasade eksterior bangunan. Nampak penggunaan metal dan permainan warna menjadi daya tarik dari bangunan ini.

  • THE TOWER OF BIEL AND OPEN ARCHITECTURE:

The Power and The Freedom

Arsitek : Coop Himmelbau

Lokasi : Forum Arteplage Biel, Switzerland

Menara-menara ini merupakan simbolisasi dari kekuatan dan kebebasan, disusun perbagian hanya dalam jangka waktu sebulan.

Desain konsep berorientasi pada konstruksi urban yang memberi kesan ringan namun kokoh.

Buah karya Wolf D. Prix, Helmut Swiczinsky and partner ini dibuat untuk keperluan The 6th Swiss National Exhibition tanggal 15 May 2002 hingga 20 October 2002. Dengan bentukan seperti ini nampak jelas bahwa bangunan ini mampu menjadi landmark yang memancarkan power dan kebebasan penuh.

Dapat dilihat bahwa bangunan ini sangat berani dalam permainan olahan bentuk, baik permainan bidang, garis dan massa. Permainan sense indera yang tidak hanya terpaku pada segi visual juga berperan dalam peletakan massa dan penggabungan massa menjadi nilai tambah yang pantas

Bangunan ini sepenuhnya merupakan penuangan dari kreativitas tim arsitek sehingga nampak ‘lepas’ tanpa adanya batasan.

Estetika arsitekturalnya nampak pada pemanfaatan kecanggihan teknologi dan pemilihan bahan yang memiliki spesifikasi yang tepat sehingga dapat mendukung tampilan fisik bangunan.

Ketepatan menggunakan baja sebagai rangka yang di tutup oleh kaca dan terekspos pada malam hari akibat dari pendaran lampu makin menambah eksistensi bangunan ini.


tampak bangunan


aite plan


potongan

  • DER NEUE ZOLLHOF

Arsitek : Frank O. Gehry

Lokasi : Dusseldorf, Germany

Bangunan ini berlokasi di tepi sungai Rheine di daerah publik yang berskala urban. Menempati lahan seluas 28.000 meter persegi menjadikan kompleks bangunan ini mampu menghadirkan sesuatu tanpa memikirkan keterbatasan ruang.

Letaknya yang berada di tepi dermaga sungai menjadi nilai tambah karena memungkinkan terbentuknya open space di bagian muka kompleks bangunan yang membuat perpaduan visualisasi bentuk bangunan terekam dengan komposisi yang baik.

Desain ketiga bangunan ini nampak berorientasi kepada ‘ruang’ didalamnya mengingat fungsi bangunan.

Namun batasan tersebut tidak lantas membatasi bentukan yang terjadi. Unsur simpang siur yang menjadi salah satu ciri dari arsitektur dekonstruksi masih nampak jelas .

Ketiga bangunan ini memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya , namun tetap memberikan kesan dinamis pada kesatuannya.

Penampilan bentukan 3 dimensi membuat eksistensi bangunan ini sebagai bangunan yang berlanggam dekonstruksi tampak nyata. Permainan bidang – bidang menjadi salah satu pemicunya.

Selain permainan bidang – bidang geometris , permainan kecangihan teknologi konstruksi juga ditonjolkan dalam desain pada bangunan ini.

Hal ini ditunjang dengan pemanfaatan material yang tepat sehingga menunjang kesan yang hadir .

Penutup

Setelah melihat pembahasan dari contoh diatas, jelas bahwa arsitektur dekonstruksi menghembuskan kesegaran dengan menunjukkan eksistensinya sebagai alternatif pemikiran lain .

Namun hal ini tidak berhenti sampai disini dan menganggap dekonstruksi sebagai puncak dari kesempurnaan dalam desain arsitektur sehingga tidak menutup untuk munculnya langgam – langgam baru yang merupakan sanggahan , pembetulan , perkembangan , bahkan penolakan dari arsitektur dekonstruksi.

setstats1

Desain Bangunan 15 Januari 2009

Posted by BOBBY K.A. SARAGIH in Architecture.
add a comment